Polisi buru pemasok senpi penembak wartawan
Rabu, 21 November 2012 - 15:32 WIB
Polisi buru pemasok senpi penembak wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku penembakan wartawan TVRI Djuli Elfano, AR alias RD tewas ditembak petugas kepolisian karena berusaha kabur saat dilakukan pemeriksaan.
Saat ini, polisi tengah melakukan pencarian terhadap RN, rekan pelaku yang diduga memberikan senjata untuk melakukan perampokan dan menembak wartawan TVRI hingga tewas.
"RN salah satu rekan (RD) masih DPO. Masih dalam pencarian kita. Petugas masih terus melakukan penyelidikan," ujar Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika di Ditreskrimum, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ditambahkan dia, RN diketahui sebagai pemasok senjata setelah petugas melakukan pengembangan. Pengembangan yang dilakukan berupa introgasi terhadap pelaku (AR alias RD).
Selanjutnya, petugas langsung menuju keberadaan RN di Jalan Raya Hankam, Kranggan, Pondok Gede, Bekasi. Di kos-kosan RN, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti.
"RD kami bawa ke Bekasi. Saat penggeledahan, di kosan RN kami menemukan sebuah senpi jenis FN berikut dengan magazine, 8 butir peluru, sebilah golok dan 3 buah kunci leter T," jelas Helmy.
Saat ini, polisi tengah melakukan pencarian terhadap RN, rekan pelaku yang diduga memberikan senjata untuk melakukan perampokan dan menembak wartawan TVRI hingga tewas.
"RN salah satu rekan (RD) masih DPO. Masih dalam pencarian kita. Petugas masih terus melakukan penyelidikan," ujar Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika di Ditreskrimum, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ditambahkan dia, RN diketahui sebagai pemasok senjata setelah petugas melakukan pengembangan. Pengembangan yang dilakukan berupa introgasi terhadap pelaku (AR alias RD).
Selanjutnya, petugas langsung menuju keberadaan RN di Jalan Raya Hankam, Kranggan, Pondok Gede, Bekasi. Di kos-kosan RN, petugas mendapatkan sejumlah barang bukti.
"RD kami bawa ke Bekasi. Saat penggeledahan, di kosan RN kami menemukan sebuah senpi jenis FN berikut dengan magazine, 8 butir peluru, sebilah golok dan 3 buah kunci leter T," jelas Helmy.
(san)