Longmarch buruh, rezeki bagi pedagang kecil
Rabu, 21 November 2012 - 14:38 WIB
Longmarch buruh, rezeki bagi pedagang kecil
A
A
A
Sindonews.com - Aksi longmarch buruh dari Bunderan Hotel Indonesia (HI), menuju Istana Negara, dari Jalan Thamrin melewati Jalan Merdeka Barat, diikuti ribuan buruh.
Bagi pengguna jalan, seperti roda dua, penumpang bus, mobil pribadi, maupun bus TransJakarta, aksi buruh jelas sangat menganggu mereka. Karena, perjalanan mereka harus berhenti sekira 40 menit lebih untuk sampai dari Jalan Thamrin, ke Bundaran Patung Kuda.
Malang bagi para pengguna jalan, belum tentu bagi para pedagang kecil. Seperti tampak pada Imron (27), pedagang minuman dingin, yang tampak mengikuti iringan pendemo dengan sepedanya yang penuh dengan berbagai jenis minuman. Hal senada dengan yang dirasakan oleh Pak Nimroni, pemulung yang ikut dalam longmarch dengan gerobaknya.
"Hari ini laku keras bang, syukur enggak hujan. Sekalian jalan ramai, ikut pendemo dagangan saya laku," ujar Imron, sambil menawarkan minumannya yang hampir habis terjual, kepada peserta longmarch.
Sementara itu, Pak Nimron (58), dengan peluh keringat, karena sering berhenti untuk memungut botol bekas minum, terlihat tidak menunjukan rasa letihnya. "Ya, lumayan dapat banyak botol hari ini, saya ikut dari HI tadi," terangya.
Sementara sebagian massa buruh yang melakukan longmarch, saat ini sudah sanpai di depan Istana Negara.
Bagi pengguna jalan, seperti roda dua, penumpang bus, mobil pribadi, maupun bus TransJakarta, aksi buruh jelas sangat menganggu mereka. Karena, perjalanan mereka harus berhenti sekira 40 menit lebih untuk sampai dari Jalan Thamrin, ke Bundaran Patung Kuda.
Malang bagi para pengguna jalan, belum tentu bagi para pedagang kecil. Seperti tampak pada Imron (27), pedagang minuman dingin, yang tampak mengikuti iringan pendemo dengan sepedanya yang penuh dengan berbagai jenis minuman. Hal senada dengan yang dirasakan oleh Pak Nimroni, pemulung yang ikut dalam longmarch dengan gerobaknya.
"Hari ini laku keras bang, syukur enggak hujan. Sekalian jalan ramai, ikut pendemo dagangan saya laku," ujar Imron, sambil menawarkan minumannya yang hampir habis terjual, kepada peserta longmarch.
Sementara itu, Pak Nimron (58), dengan peluh keringat, karena sering berhenti untuk memungut botol bekas minum, terlihat tidak menunjukan rasa letihnya. "Ya, lumayan dapat banyak botol hari ini, saya ikut dari HI tadi," terangya.
Sementara sebagian massa buruh yang melakukan longmarch, saat ini sudah sanpai di depan Istana Negara.
(san)