Mahasiswa UPS blokir jalur Pantura
Rabu, 21 November 2012 - 11:58 WIB
Mahasiswa UPS blokir jalur Pantura
A
A
A
Sindonews.com - Aksi mahasiswa Universitas Panca Sakti (UPS) yang menuntut status negeri mulai bergeser dari kampusnya. Kini mahasiswa mulai memblokir jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Tegal sehingga membuat antrean kendaraan sepanjang dua kilometer.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa dan lainnya memblokir ruas jalan pantai utara di daerah Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pemuda Kota Tegal. Selain berorasi, mahasiswa juga membuat barikade dengan bergandeng tangan menutup jalur.
Koordinator aksi, Miftahudin menjelaskan bahwa mahasiswa menuntut Yayasan Panca Sakti agar mendukung penegrian kampus. Mahasiswa merasa kabar akan berubahnya status kampus yang semula swasta menjadi kampus negeri belum juga terealisasi.
Salah satu orator Deski Irawan, menyerukan, sampai sekarang isu itu belum juga jelas. Isu itu seolah menjadi senjata Yayasan Panca Sakti untuk membujuk calon mahasiswa agar masuk UPS.
"Ternyata sampai kini. Yayasan UPS tidak mendukung penegerian UPS," kata Deki Irawan dalam orasinya, Rabu (21/11/2012).
Sempat terjadi aksi dorong antara polisi dan mahasiswa karena masing-masing tidak bisa menahan emosi.
Hingga berita ini diturunkan, demo masih berlangsung. Mahasiswa hingga kini masih berorasi di Jalan Pemuda dan Jalan Kota Veteran.
Sementara Rektor UPS Tegal, Wahyono mengatakan, dirinya belum mengetahui secara detail tentang perubahan status tersebut. Tapi, dirinya telah mengupayakan ke dikti. "Ada jawaban dari Dikti 2007. Upaya telah dilakukan. Ada 7 kampus yang diusulkan ke Dirjen Dikti. Salah satunya UPS Tegal," katanya.
Namun, status negeri di UPS masih ditangguhkan karena banyaknya kekurangan. Di antara alasan Dirjen Instrumen infrastruktur bagunan, ketersediaan dosen, dan program studi yang belum mencapai standar negeri.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa dan lainnya memblokir ruas jalan pantai utara di daerah Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pemuda Kota Tegal. Selain berorasi, mahasiswa juga membuat barikade dengan bergandeng tangan menutup jalur.
Koordinator aksi, Miftahudin menjelaskan bahwa mahasiswa menuntut Yayasan Panca Sakti agar mendukung penegrian kampus. Mahasiswa merasa kabar akan berubahnya status kampus yang semula swasta menjadi kampus negeri belum juga terealisasi.
Salah satu orator Deski Irawan, menyerukan, sampai sekarang isu itu belum juga jelas. Isu itu seolah menjadi senjata Yayasan Panca Sakti untuk membujuk calon mahasiswa agar masuk UPS.
"Ternyata sampai kini. Yayasan UPS tidak mendukung penegerian UPS," kata Deki Irawan dalam orasinya, Rabu (21/11/2012).
Sempat terjadi aksi dorong antara polisi dan mahasiswa karena masing-masing tidak bisa menahan emosi.
Hingga berita ini diturunkan, demo masih berlangsung. Mahasiswa hingga kini masih berorasi di Jalan Pemuda dan Jalan Kota Veteran.
Sementara Rektor UPS Tegal, Wahyono mengatakan, dirinya belum mengetahui secara detail tentang perubahan status tersebut. Tapi, dirinya telah mengupayakan ke dikti. "Ada jawaban dari Dikti 2007. Upaya telah dilakukan. Ada 7 kampus yang diusulkan ke Dirjen Dikti. Salah satunya UPS Tegal," katanya.
Namun, status negeri di UPS masih ditangguhkan karena banyaknya kekurangan. Di antara alasan Dirjen Instrumen infrastruktur bagunan, ketersediaan dosen, dan program studi yang belum mencapai standar negeri.
(ysw)