Demo sopir angkot ganggu mobilitas warga
Selasa, 20 November 2012 - 18:04 WIB
Demo sopir angkot ganggu mobilitas warga
A
A
A
Sindonews.com - Mabes Polri menilai demo para sopir angkot bisa dijadikan bahan masukan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pasalnya, dengan banyaknya sopir angkot yang tak menarik, itu akan berdampak pada mobilitas masyarakat Jakarta.
"Semoga jadi bahan masukan untuk Pemprov. Selain itu karena demonstran dalam jumlah besar, mengganggu masyarakat di DKI dan pelayanan jasa angkutan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius didampingi Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Dia mengatakan, demo yang dilakukan ratusan sopir angkutan umum atas tuntutan sejumlah peraturan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pemprov DKI agar berjalan dengan tertib. Selain itu, jika aspirasi para demonstran sudah disampaikan segera kembali bertugas.
"Ada demo yang memang dalam jumlah yang besar, yang menyampaikan aspirasi. Jika aspirasi sudah tersalurkan hendaknya para pengemudi kembali dan melakukan pelayanan seperti hari biasa," katanya.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Organda, melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah.
"Massa merupakan sopir mikrolet se-DKI Jakarta. Dalam aksi ini massa juga membawa sekitar 100 lebih mikrolet, bus kota dan saat ini di parkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan," kata Koordinator aksi Abdul Ghofur.
"Semoga jadi bahan masukan untuk Pemprov. Selain itu karena demonstran dalam jumlah besar, mengganggu masyarakat di DKI dan pelayanan jasa angkutan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius didampingi Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Dia mengatakan, demo yang dilakukan ratusan sopir angkutan umum atas tuntutan sejumlah peraturan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pemprov DKI agar berjalan dengan tertib. Selain itu, jika aspirasi para demonstran sudah disampaikan segera kembali bertugas.
"Ada demo yang memang dalam jumlah yang besar, yang menyampaikan aspirasi. Jika aspirasi sudah tersalurkan hendaknya para pengemudi kembali dan melakukan pelayanan seperti hari biasa," katanya.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot yang tergabung dalam Organda, melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat. Unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2012 yang membahas tentang retribusi daerah.
"Massa merupakan sopir mikrolet se-DKI Jakarta. Dalam aksi ini massa juga membawa sekitar 100 lebih mikrolet, bus kota dan saat ini di parkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan," kata Koordinator aksi Abdul Ghofur.
(mhd)