Lagi, parkiran Polda Metro Jaya dibobol maling
Selasa, 20 November 2012 - 16:53 WIB
Lagi, parkiran Polda Metro Jaya dibobol maling
A
A
A
Sindonews.com - Aksi kejahatan tak mengenal tempat. Sekira pukul 17.15 WIB, aksi pencurian dengan pemberatan terjadi tepat di markas kepolisian, di halaman parkir Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korbannya saat ini adalah Budi Hany mulia (46) dan Agus Ismail.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, korban memarkir mobil di halaman parkir sekira pukul 13.48 WIB. Ketika itu, korban kembali sekira pukul 17.45 WIB. Namun saat korban kembali, kaca jendela pintu belakang mobilnya pecah, dan barang korban sudah hilang.
Menanggapi hal ini, Kombes Rikwanto beralasan, Polda merupakan area publik yang bisa dikunjugi siapapun. Untuk itu, pihaknya tidak bisa menjamin aksi pencurian tidak akan terjadi di sarang polisi.
Namun begitu, dia tak membantah, jika ketertiban di area parkir markas polisi itu harus ditingkatkan agar peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi.
"Kantor Polisi adalah area publik, siapapun dapat masuk. Harusnya kita yang menjaga keamanan di Polda ini," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
"Perbaikan sistem kemanan di wilayah Polda, khususnya di parkir, perlu dilakukan dengan penempatan CCTV di areal parkir." lanjutnya.
Akibat pencurian itu, Budi mengalami kerugian, satu buah tas warna hitam berisi 1 laptop merk Accer, beserta perangkatnya, 3 buah flas modem smart, dan 1 buah asuransi polis. Sementara Agus, kehilangan 1 laptop Toshiba type icore beserta adaptor dan kabel data, modem HWA WEI Flash, dokumen perusahaan dan kunci meja kantor.
Pihak Reskrimum Polda Metro Jaya saat ini masih menyelidiki pelaku pencurian tersebut.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, korban memarkir mobil di halaman parkir sekira pukul 13.48 WIB. Ketika itu, korban kembali sekira pukul 17.45 WIB. Namun saat korban kembali, kaca jendela pintu belakang mobilnya pecah, dan barang korban sudah hilang.
Menanggapi hal ini, Kombes Rikwanto beralasan, Polda merupakan area publik yang bisa dikunjugi siapapun. Untuk itu, pihaknya tidak bisa menjamin aksi pencurian tidak akan terjadi di sarang polisi.
Namun begitu, dia tak membantah, jika ketertiban di area parkir markas polisi itu harus ditingkatkan agar peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi.
"Kantor Polisi adalah area publik, siapapun dapat masuk. Harusnya kita yang menjaga keamanan di Polda ini," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/11/2012).
"Perbaikan sistem kemanan di wilayah Polda, khususnya di parkir, perlu dilakukan dengan penempatan CCTV di areal parkir." lanjutnya.
Akibat pencurian itu, Budi mengalami kerugian, satu buah tas warna hitam berisi 1 laptop merk Accer, beserta perangkatnya, 3 buah flas modem smart, dan 1 buah asuransi polis. Sementara Agus, kehilangan 1 laptop Toshiba type icore beserta adaptor dan kabel data, modem HWA WEI Flash, dokumen perusahaan dan kunci meja kantor.
Pihak Reskrimum Polda Metro Jaya saat ini masih menyelidiki pelaku pencurian tersebut.
(san)