Dinding jebol, KBM ratusan siswa SD terganggu
Selasa, 20 November 2012 - 14:33 WIB
Dinding jebol, KBM ratusan siswa SD terganggu
A
A
A
Sindonews.com - Kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Dasar (SD) 9 Cilodong, Depok, terganggu akibat dua ruangan kelas jebol terkena terjangan banjir.
Kepala SD Sukamaju 9 Mulya mengatakan proses belajar siswanya terganggu karena ruang sekolah terpaksa harus dipindahkan ke ruang lainnya. Selain itu kondisi ruang kelas masih becek.
"Memang pascaambrolnya dinding, siswa jadi agak sedikit terganggu. Untuk siswa kelas 4 A dan B terpaksa menempati ruangan komputer," katanya kepada wartawan di lokasi, Selasa (20/11/12).
Mulya berharap, dinding sekolah mereka segera diperbaiki agar para siswa belajar dengan nyaman. Menurutnya, gedung SD Sukamaju 9 sebenarnya pada 2009 lalu sudah direnovasi. Namun, rupanya tetap saja jebol ketika terjadi banjir.
Sementara melihat langsung ke lapangan, ruang kelas tersebut terlihat becek hingga ke luar teras sekolah. Para orangtua siswa berharap kondisi tersebut segera normal kembali.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok mengaku telah meminta pihak UPT Dinas setempat untuk terjun ke lokasi. Dan memang dampaknya para siswa sekolah lebih siang. "Sudah ditangani pihak UPT kecamatan," tandas Siti.
Sebelumnya, jebolnya dinding sekolah tersebut sempat membuat para siswa teriak dan menangis karena panik. Ketika proses belajar mengajar berlangsung tiba-tiba dinding sekolah mereka retak lalu jebol sehingga air masuk ke dalam ruangan.
Kepala SD Sukamaju 9 Mulya mengatakan proses belajar siswanya terganggu karena ruang sekolah terpaksa harus dipindahkan ke ruang lainnya. Selain itu kondisi ruang kelas masih becek.
"Memang pascaambrolnya dinding, siswa jadi agak sedikit terganggu. Untuk siswa kelas 4 A dan B terpaksa menempati ruangan komputer," katanya kepada wartawan di lokasi, Selasa (20/11/12).
Mulya berharap, dinding sekolah mereka segera diperbaiki agar para siswa belajar dengan nyaman. Menurutnya, gedung SD Sukamaju 9 sebenarnya pada 2009 lalu sudah direnovasi. Namun, rupanya tetap saja jebol ketika terjadi banjir.
Sementara melihat langsung ke lapangan, ruang kelas tersebut terlihat becek hingga ke luar teras sekolah. Para orangtua siswa berharap kondisi tersebut segera normal kembali.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok mengaku telah meminta pihak UPT Dinas setempat untuk terjun ke lokasi. Dan memang dampaknya para siswa sekolah lebih siang. "Sudah ditangani pihak UPT kecamatan," tandas Siti.
Sebelumnya, jebolnya dinding sekolah tersebut sempat membuat para siswa teriak dan menangis karena panik. Ketika proses belajar mengajar berlangsung tiba-tiba dinding sekolah mereka retak lalu jebol sehingga air masuk ke dalam ruangan.
(lns)