Tegal waspada bencana petir dan puting beliung
Selasa, 20 November 2012 - 06:28 WIB
Tegal waspada bencana petir dan puting beliung
A
A
A
Sindonews.com - Bencana petir dan angin puting beliung serta hujan besar sesaat, mengintai di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah bagian barat dalam waktu beberapa hari ke depan.
Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal Sri Nur Latifah mengatakan, pihaknya memprakirakan hujan deras sesaat, petir, serta puting beliung kemungkinan melanda wilayah Tegal dan sekitarnya lantaran saat ini merupakan pergantian musim dari kemarau ke penghujan.
"Ancaman kilat atau petir dan sebagaianya itu masih sangat berpotensi mengganggu ketentraman warga selama beberapa hari ke depan. Ancaman seperti itu harus diwaspadai," kata Sri, di Kantor BMKG Tegal, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, waktu yang patut diwasapadai adalah saat siang hingga sore dan malam hari. Munculnya petir tersebut diakibatkan oleh pergesekan suhu udara panas dan dingin pada siang hari, kemudian terbentuknya secara cepat awan Colomonimbus (Cb) yang dapat mengandung dan menghantarkan muatan listrik.
"Dengan demikian, masyarakat di wilayah ini akan dapat melihat secara kasat mata tanda-tanda akan adanya petir dalam suasana guyuran hujan seperti cuaca begitu terik pada siang hari kemudian perubahan awan putih begitu cepat menjadi kehitaman," jelasnya.
Maka itu, Sri menganjurkan, apabila masyarakat melihat tanda yang disebutkan itu, mereka hendaknya tidak berada di lapangan terbuka dan menjauhi pepohonan yang dapat menghantarkan muatan listrik sampai ke tubuh manusia.
Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal Sri Nur Latifah mengatakan, pihaknya memprakirakan hujan deras sesaat, petir, serta puting beliung kemungkinan melanda wilayah Tegal dan sekitarnya lantaran saat ini merupakan pergantian musim dari kemarau ke penghujan.
"Ancaman kilat atau petir dan sebagaianya itu masih sangat berpotensi mengganggu ketentraman warga selama beberapa hari ke depan. Ancaman seperti itu harus diwaspadai," kata Sri, di Kantor BMKG Tegal, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, waktu yang patut diwasapadai adalah saat siang hingga sore dan malam hari. Munculnya petir tersebut diakibatkan oleh pergesekan suhu udara panas dan dingin pada siang hari, kemudian terbentuknya secara cepat awan Colomonimbus (Cb) yang dapat mengandung dan menghantarkan muatan listrik.
"Dengan demikian, masyarakat di wilayah ini akan dapat melihat secara kasat mata tanda-tanda akan adanya petir dalam suasana guyuran hujan seperti cuaca begitu terik pada siang hari kemudian perubahan awan putih begitu cepat menjadi kehitaman," jelasnya.
Maka itu, Sri menganjurkan, apabila masyarakat melihat tanda yang disebutkan itu, mereka hendaknya tidak berada di lapangan terbuka dan menjauhi pepohonan yang dapat menghantarkan muatan listrik sampai ke tubuh manusia.
(rsa)