Pemira PKS, Khofifah dan Soekarwo bersaing ketat
Minggu, 18 November 2012 - 10:11 WIB
Pemira PKS, Khofifah dan Soekarwo bersaing ketat
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan raya (Pemira) yang dihelat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur (Jatim) antara Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jatim Incumbent Soekarwo berlangsung sengit.
Dalam Pemira tersebut, menunjukkan dukungan terhadap Khofifah kiat menguat. Meski demikian, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu masih berada di bawah Soekarwo.
Pemira yang di helat sejak dua pekan lalu itu diikuti oleh 60 ribu kader PKS se-Jatim. Menurut Sekretaris DPW PKS Jatim Muhammad Siroj, dari sekitar 30 persen suara yang masuk, dukungan terhadap Khofifah sebesar 40 persen. Sedangkan Soekarwo sebanyak 46 persen. Kemudian Saifullah Yusuf sebanyak 10 persen dan Untung S Radjab empat persen.
Kamudian untuk posisi wakil gubernur, sebagian besar kader PKS menjatuhkan pilihan kepada Saifulloh Yusuf sekira 66 persen dan Untung S Radjab sebanyak 31 persen.
Hasil Pemira ini menunjukkan dukungan terhadap Khofifah naik cukup siginifikan di banding tahun 2008 lalu. Saat itu, Khofifah hanya mendapatkan dukungan sebesar 17 persen dari kader PKS dan Soekarwo sebanyak 80 persen.
"Peningkatan trend dukungan buat Khofifah diduga karena trend lahirnya pemimpin alternatif dan semangat perubahan. Apalagi tidak sedikit di antara kader yang mempersepsi prestasi Pak De Karwo tidak begitu spesial," ungkap Siroj, di Jatim, Minggu (18/11/2012).
Menurut Siroj, dari hasil sementara tersebut, dapat disimpulkan pendapat kader PKS penting mengakomodasi aspirasi warga Nahdhatul Ulama (NU). Ada sebuah keinginan Gubernur Jatim dari kalangan NU.
"Kondsi ini adalah realita potret politik Jatim," tambanya.
Setelah hasil Pemira ini tuntas maka hasilnya akan disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Hasil tersebut akan digunakan untuk memutusakan siapa Cagub-Cawagub yang akan diusung atau di dukung PKS dalam running Pilgub Jatim 2013 mendatang.
Dalam Pemira tersebut, menunjukkan dukungan terhadap Khofifah kiat menguat. Meski demikian, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu masih berada di bawah Soekarwo.
Pemira yang di helat sejak dua pekan lalu itu diikuti oleh 60 ribu kader PKS se-Jatim. Menurut Sekretaris DPW PKS Jatim Muhammad Siroj, dari sekitar 30 persen suara yang masuk, dukungan terhadap Khofifah sebesar 40 persen. Sedangkan Soekarwo sebanyak 46 persen. Kemudian Saifullah Yusuf sebanyak 10 persen dan Untung S Radjab empat persen.
Kamudian untuk posisi wakil gubernur, sebagian besar kader PKS menjatuhkan pilihan kepada Saifulloh Yusuf sekira 66 persen dan Untung S Radjab sebanyak 31 persen.
Hasil Pemira ini menunjukkan dukungan terhadap Khofifah naik cukup siginifikan di banding tahun 2008 lalu. Saat itu, Khofifah hanya mendapatkan dukungan sebesar 17 persen dari kader PKS dan Soekarwo sebanyak 80 persen.
"Peningkatan trend dukungan buat Khofifah diduga karena trend lahirnya pemimpin alternatif dan semangat perubahan. Apalagi tidak sedikit di antara kader yang mempersepsi prestasi Pak De Karwo tidak begitu spesial," ungkap Siroj, di Jatim, Minggu (18/11/2012).
Menurut Siroj, dari hasil sementara tersebut, dapat disimpulkan pendapat kader PKS penting mengakomodasi aspirasi warga Nahdhatul Ulama (NU). Ada sebuah keinginan Gubernur Jatim dari kalangan NU.
"Kondsi ini adalah realita potret politik Jatim," tambanya.
Setelah hasil Pemira ini tuntas maka hasilnya akan disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Hasil tersebut akan digunakan untuk memutusakan siapa Cagub-Cawagub yang akan diusung atau di dukung PKS dalam running Pilgub Jatim 2013 mendatang.
(rsa)