Ruben Marey bukan pegawai Kemenko Polhukam
Jum'at, 16 November 2012 - 23:26 WIB
Ruben Marey bukan pegawai Kemenko Polhukam
A
A
A
Sindonews.com - Kementrian Koordinator POlitik Hukum dan Keamanan (Kemenko POlhukam) melalui Sekretaris Desk Penyelesaian Masalah Papua (DPMP) Brigjen TNI Sumardi mengklarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan adanya pegawai Kemenko Polhukam yang mengaku menjadi korban perampokan.
Pria yang diketahui bernama Ruben Marey, sebelumnya mengaku telah kehilangan uang sebesar USD 1 juta atau sekira Rp, 9,6 miliar. Uang itu diakui dirampok oleh tiga orang pria saat Ruben ingin menyetorkan uang tersebut ke sebuah bank di kawasan Gatot Subroto, Selasa 13 November 2012 kemarin.
Ruben sendiri mengakui dirinya merupakan pegawai di Kemenko Polhukam. Selain itu, dirinya juga mengaku sebagai Calon Gubernur Papua. Namun, kabar ini kemudian diklarifikasi, dan diketahui Ruben bukanlah pegawai Kemenko Polhukam.
Sebelumnya Ruben diketahui sudah sering mengaku sebagai pegawai Kemenko Polhukam di Papua beberapa waktu lalu untuk mewujudkan misi pribadinya.
"Ruben sudah sering mengaku sebagai anggota Kemenko Polhukam untuk misi pribadi. Perlu diklarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota atau pegawai Kemenko Polhukam," kata Sumardi melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (16/11/2012).
Pria yang diketahui bernama Ruben Marey, sebelumnya mengaku telah kehilangan uang sebesar USD 1 juta atau sekira Rp, 9,6 miliar. Uang itu diakui dirampok oleh tiga orang pria saat Ruben ingin menyetorkan uang tersebut ke sebuah bank di kawasan Gatot Subroto, Selasa 13 November 2012 kemarin.
Ruben sendiri mengakui dirinya merupakan pegawai di Kemenko Polhukam. Selain itu, dirinya juga mengaku sebagai Calon Gubernur Papua. Namun, kabar ini kemudian diklarifikasi, dan diketahui Ruben bukanlah pegawai Kemenko Polhukam.
Sebelumnya Ruben diketahui sudah sering mengaku sebagai pegawai Kemenko Polhukam di Papua beberapa waktu lalu untuk mewujudkan misi pribadinya.
"Ruben sudah sering mengaku sebagai anggota Kemenko Polhukam untuk misi pribadi. Perlu diklarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota atau pegawai Kemenko Polhukam," kata Sumardi melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (16/11/2012).
(ysw)