Enam ruas tol belum disetujui Jokowi
Rabu, 14 November 2012 - 13:03 WIB
Enam ruas tol belum disetujui Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak enam ruas jalan tol yang direncanakan akan dibangun sejak pemerintahan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo belum disetujui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Penolakan Jokowi terhadap enam ruas jalan tol itu karena dinilai hanya akan menambah kemacetan di Jakarta. Namun dia akan mendukung jika dengan adanya enam ruas jalan tol tersebut justru untuk kepentingan masyarakat.
"Enam ruas jalan tol ini kepentingannya untuk apa? Jika untuk kepentingan masyarakat, silakan. Sudah saya tegaskan, saya pro kepada transportasi massal," ujar Jokowi, di Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Menurut Jokowi, hingga kini dia masih mempertimbangkan hal tersebut. Dirinya tak mau jika kebijakannya nanti justru malah berbanding terbalik dengan kepentingan transportasi umum.
Pasalnya pihak kementerian Pekerjaan Umum pun belum memberi kejelasan kepada Jokowi, apakah ruas jalan tol tersebut digunakan untuk transportasi umum atau pribadi.
"Oleh sebab itu, saya tanya itu untuk tol atau elevate bus. Belum, belum diterangkan kepada saya," ujarnya.
Diketahui, enam ruas jalan tol tersebut yakni, jalur Semanan-Sunter sepanjang 17,88 Km dan Sunter-Bekasi sepanjang 11 Km.
Kemudian ruas tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 Km dan Kemayoran-Kampung Melayu 9,65 Km. Koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 Km, Pasar Minggu-Casablanca 9,56 Km.
Penolakan Jokowi terhadap enam ruas jalan tol itu karena dinilai hanya akan menambah kemacetan di Jakarta. Namun dia akan mendukung jika dengan adanya enam ruas jalan tol tersebut justru untuk kepentingan masyarakat.
"Enam ruas jalan tol ini kepentingannya untuk apa? Jika untuk kepentingan masyarakat, silakan. Sudah saya tegaskan, saya pro kepada transportasi massal," ujar Jokowi, di Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Menurut Jokowi, hingga kini dia masih mempertimbangkan hal tersebut. Dirinya tak mau jika kebijakannya nanti justru malah berbanding terbalik dengan kepentingan transportasi umum.
Pasalnya pihak kementerian Pekerjaan Umum pun belum memberi kejelasan kepada Jokowi, apakah ruas jalan tol tersebut digunakan untuk transportasi umum atau pribadi.
"Oleh sebab itu, saya tanya itu untuk tol atau elevate bus. Belum, belum diterangkan kepada saya," ujarnya.
Diketahui, enam ruas jalan tol tersebut yakni, jalur Semanan-Sunter sepanjang 17,88 Km dan Sunter-Bekasi sepanjang 11 Km.
Kemudian ruas tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 Km dan Kemayoran-Kampung Melayu 9,65 Km. Koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 Km, Pasar Minggu-Casablanca 9,56 Km.
(rsa)