Buat KTP, warga Tanah Merah bentuk RT dulu
Rabu, 14 November 2012 - 12:01 WIB
Buat KTP, warga Tanah Merah bentuk RT dulu
A
A
A
Sindonews.com - Janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang akan membuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk warga Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, hingga kini belum mendapatkan kejelasan. Hal itu lantaran warga Tanah Merah diperintahkan Jokowi untuk terlebih dahulu membentuk Rukun Tetangga (RT) di lingkungan mereka.
Menurutnya hal yang paling utama adalah membentuk RT. Karena, dari RT, warga dapat memperoleh KTP, KK dan aturan lainnya.
"Proses, itu perlu membentuk RT dulu, dalam membentuk RT pun ada aturannya sendiri. Jadi perlu proses," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Menurutnya, cara pembentukan RT harus memperhatikan jumlah warga yang tetap dan tidak berubah-ubah. Hal itu penting, karena dia menilai saat ini data warga Tanah Merah selalu berubah-ubah.
"Tetapkan dulu jumlah warganya. Kan selama ini banyak yang loncat-loncat," ujar Jokowi.
Pemerintah Provinsi DKI hingga kini masih terus melakukan perundingan dengan pihak Pertamina untuk memperjelas sengketa tanah tersebut. Dia belum bisa memastikan jika tanah yang pernah bersengketa itu akan menjadi mili Pemprov atau tetap menjadi milik Pertamina.
"Pertamina (proses) masih jalan terus. Saya mengatakan belum lampu terang lah," tukas Jokowi.
Menurutnya hal yang paling utama adalah membentuk RT. Karena, dari RT, warga dapat memperoleh KTP, KK dan aturan lainnya.
"Proses, itu perlu membentuk RT dulu, dalam membentuk RT pun ada aturannya sendiri. Jadi perlu proses," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Menurutnya, cara pembentukan RT harus memperhatikan jumlah warga yang tetap dan tidak berubah-ubah. Hal itu penting, karena dia menilai saat ini data warga Tanah Merah selalu berubah-ubah.
"Tetapkan dulu jumlah warganya. Kan selama ini banyak yang loncat-loncat," ujar Jokowi.
Pemerintah Provinsi DKI hingga kini masih terus melakukan perundingan dengan pihak Pertamina untuk memperjelas sengketa tanah tersebut. Dia belum bisa memastikan jika tanah yang pernah bersengketa itu akan menjadi mili Pemprov atau tetap menjadi milik Pertamina.
"Pertamina (proses) masih jalan terus. Saya mengatakan belum lampu terang lah," tukas Jokowi.
(rsa)