Pedagang Pasar Lembang berharap bantuan pemerintah
Selasa, 13 November 2012 - 10:20 WIB
Pedagang Pasar Lembang berharap bantuan pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Setelah kebakaran hebat yang terjadi Selasa (13/11/2012) dini tadi di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, para pedagang mulai memunguti sisa-sisa barang dagangannya di antara bekas bara sisa kebakaran.
Para pedagang Pasar Lembang itu juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) dapat memberikan bantuan untuk membangun kembali kiosnya yang hangus dilalap sijago merah.
"Saya sudah berjualan sejak tahun 1995 di sini, mulai dari sepi hingga seperti saat ini. Tau-taunya sekarang habis begitu saja dilalap api. Bingung saya harus berbuat apa, saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan," kata salah seorang pedagang kelontong di lokasi, Selasa (13/11/2012).
Hermanto menceritakan saat kebakaran terjadi, kios-kios belum beraktifitas, sehingga saat mengetahui kios miliknya kebakaran, ia hanya bisa pasrah tanpa bisa menyelamatkan barang dagangannya yang bernilai hingga ratusan juta rupiah.
"Barang dagangan saya di dalam sekitar Rp500 juta, sekarang habis semua, sedikit yang bisa diambil itupun sudah rusak. Kalo pemerintah memberikan bantuan untuk membangun kembali kios-kios, kami bisa merintis lagi dari awal," harapnya.
Dalam kebakaran tersebut diduga Api berasal dari konsleting listrik, kios kelontong membakar seluruh bangunan kios hingga tak bersisa.
Para pedagang Pasar Lembang itu juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) dapat memberikan bantuan untuk membangun kembali kiosnya yang hangus dilalap sijago merah.
"Saya sudah berjualan sejak tahun 1995 di sini, mulai dari sepi hingga seperti saat ini. Tau-taunya sekarang habis begitu saja dilalap api. Bingung saya harus berbuat apa, saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan," kata salah seorang pedagang kelontong di lokasi, Selasa (13/11/2012).
Hermanto menceritakan saat kebakaran terjadi, kios-kios belum beraktifitas, sehingga saat mengetahui kios miliknya kebakaran, ia hanya bisa pasrah tanpa bisa menyelamatkan barang dagangannya yang bernilai hingga ratusan juta rupiah.
"Barang dagangan saya di dalam sekitar Rp500 juta, sekarang habis semua, sedikit yang bisa diambil itupun sudah rusak. Kalo pemerintah memberikan bantuan untuk membangun kembali kios-kios, kami bisa merintis lagi dari awal," harapnya.
Dalam kebakaran tersebut diduga Api berasal dari konsleting listrik, kios kelontong membakar seluruh bangunan kios hingga tak bersisa.
(mhd)