Di Bogor, banyak warga miskin ditolak masuk RS
Selasa, 13 November 2012 - 09:23 WIB
Di Bogor, banyak warga miskin ditolak masuk RS
A
A
A
Sindonews.com - Hari kesehatan nasional yang jatuh besok, masih dicederai dengan banyaknya pasien dari warga miskin yang mendapat penolakan dari Rumah Sakit (RS). Hampir semua RS yang ada di Bogor menolak dengan alasan ruangan penuh.
Sanusi (45) warga Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengaku pernah mendapat penolakan dari RS. Bahkan penolakan tersebut dilakukan hampir semua RS yang ada di Bogor.
Akibat penolakan tersebut anak ketiganya yang menderita penyakit tipes meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan dari RS.
"Saya kecewa mendapat penolakan dan anak saya sampai meninggal," kata Sanusi di rumahnya, Selasa (13/11/2012).
Warga lainnya Bunawar (25) mengatakan, hal yang sama pernah dialaminya saat membawa salah satu sudaranya yang hendak melahirkan. Saat itu tiga RS yang didatanganinya menolak dengan alasan penuh. Ketiga RS padahal milik pemerintah.
Bahkan yang paling ironis, kata Bunawar, di RS Cibinong, saudaranya sudah menjalani perawatan namun, saat hendak melahirkan dengan menggunakan Jaminan Persalinan ditolak.
"Saya lantas keluar RS dan membawa ke RS yang lainnya," jelas Bunawar.
Di Bogor, pasien dari warga miskin yang mendapat penolakan dari RS sudah tidak asing lagi. Bahkan hampir tiap hari penolakan dengan alasan ruangan penuh masih terjadi.
Sanusi (45) warga Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengaku pernah mendapat penolakan dari RS. Bahkan penolakan tersebut dilakukan hampir semua RS yang ada di Bogor.
Akibat penolakan tersebut anak ketiganya yang menderita penyakit tipes meninggal dunia karena tidak mendapat perawatan dari RS.
"Saya kecewa mendapat penolakan dan anak saya sampai meninggal," kata Sanusi di rumahnya, Selasa (13/11/2012).
Warga lainnya Bunawar (25) mengatakan, hal yang sama pernah dialaminya saat membawa salah satu sudaranya yang hendak melahirkan. Saat itu tiga RS yang didatanganinya menolak dengan alasan penuh. Ketiga RS padahal milik pemerintah.
Bahkan yang paling ironis, kata Bunawar, di RS Cibinong, saudaranya sudah menjalani perawatan namun, saat hendak melahirkan dengan menggunakan Jaminan Persalinan ditolak.
"Saya lantas keluar RS dan membawa ke RS yang lainnya," jelas Bunawar.
Di Bogor, pasien dari warga miskin yang mendapat penolakan dari RS sudah tidak asing lagi. Bahkan hampir tiap hari penolakan dengan alasan ruangan penuh masih terjadi.
(rsa)