Ingin tahu kenapa Jakarta macet, ini sebabnya

Senin, 12 November 2012 - 20:47 WIB
Ingin tahu kenapa Jakarta...
Ingin tahu kenapa Jakarta macet, ini sebabnya
A A A
Sindonews.com - Wakil Direktur Lalu lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono mengatakan, sedikitnya ada empat sebab terjadinya kemacetan di Jakarta. Pertama daya tampung jalan yang sudah tidak cukup.

"kedua sarana transportasi umum yang belum sebanding dengan permintaan perjalanan setiap harinya, ketiga hambatan samping mulai dari pintu masuk pusat perbelanjaan, dan parkir liar. Terakhir adalah, lemahnya tanggung jawab dari pengendara sendiri untuk bisa tertib berlalu lintas," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11/2012).

Ditambahkan dia, Polda Metro Jaya mencatat, jumlah kendaraan yang beredar di Jakarta saat ini, ada sekitar 20 juta kendaraan. Sementara setiap harinya, pihak Polda Metro mengeluarkan surat tanda kendaraan bermotor untuk roda empat sampai 1.000-2.000 unit. Sedangkan untuk roda dua, mencapai 6.000 unit perharinya.

Kondisi itu, diperparah dengan tidak singkronnya pertumbuhan jalan dan kendaraan. Panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26% dari luas wilayah DKI. Sedangkan pertumbuhan panjang jalan, hanya 0,01% pertahun. Belum lagi tingginya angka perjalanan, di Jakarta yang mencapai 21 juta perharinya.

"Kalau dilihat dari data ini, tidak sepadan angkutan umum yang ada dengan jumlah perjalanan. Ini juga yang menjadikan penyebab lahirnya kendaraan pribadi tiap harinya," terangnya.

Seperti diketahui, pada pertemuan antara Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan akan segera melakukan pembenahan di 70 titik pusat kemacetan di Jakarta.

Koordinasi dilakukan antara Polda Metro Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta perlu ditingkatkan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota. "Kami harapkan dukungan penuh dari pemprov untuk mengatasinya," tutur Putut.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan menegaskan, perlu dibangun Badan otorita Transportasi Jabodetabek, badan inilah yang nantinya menjadi pengelola pembangunan lintas daerah, khususnya transportasi.

"Kalau mau, di Jakarta juga harus ada kebijakan yang ekstrim seperti parkir dimahalkan, atau kebijakan lainnya. Tapi semua kebijakan itu harus dipikirkan juga angkutan umumnya," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
53 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved