Pasar darurat Talun rampung Desember
Senin, 12 November 2012 - 08:36 WIB
Pasar darurat Talun rampung Desember
A
A
A
Sindonews.com – Kini Pemerintah Kabupaten Magelang tengah mengebut pembangunan Pasar darurat Talun di kecamatan Dukun, Magelang. Ditargetkan awal Desember, pasar yang akan menampung 966 pedagang itu akan rampung.
Kepala DPU dan ESDM Kabupaten Magelang, Sutarno mengatakan, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 40 persen.
“Ada lima rekanan yang bersama-sama mengerjakan pasar darurat itu, kami tekankan agar profesional dan proporsional,” katanya di Magelang, Senin (12/11/2012).
Kelima rekanan tersebut adalah CV Merapi Indah, CV Tawakal, CV Mataram, CV Sapta Arga, dan CV Yudha Karya.
“Jika sampai pekerjaan lima rekanan itu tidak beres, diancam kena sanksi, yakni tidak lagi memperoleh pekerjaan dari pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, pekerjaan telah sesuai spesifikasi. Kerangka bangunan menggunakan kayu Kalimantan. Sedangkan rangka sekat antarlapak, memakai kayu lokal. Papan sekat berupa multipleks setebal 9 mm.
“Adapun ukuran masing-masing lapak, tidak seragam, tetapi disesuaikan dengan luas kepemilikan kapling sebelum terbakar,” lanjutnya.
Namun, pembangunan pasar darurat Talun sempat mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Magelang. Saat dilakukan peninjauan beberapa hari lalu, terdapat sekitar 10 batang kayu yang dipakai CV Sapta Arga berlubang kemudian ditambal serbuk kayu.
Selain itu, sambungan blandar tidak menggunakan kepala tupai, tanpa klem dan baut, sehingga daya rekatnya kurang memadai.
“Hal itu sudah dapat diselesaikan. Dan semua bahan yang tidak layak itu sekarang sudah diganti dengan yang lebih baik,” ujar Ahmad Towil Nurahman, Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Talun.
Kepala DPU dan ESDM Kabupaten Magelang, Sutarno mengatakan, saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 40 persen.
“Ada lima rekanan yang bersama-sama mengerjakan pasar darurat itu, kami tekankan agar profesional dan proporsional,” katanya di Magelang, Senin (12/11/2012).
Kelima rekanan tersebut adalah CV Merapi Indah, CV Tawakal, CV Mataram, CV Sapta Arga, dan CV Yudha Karya.
“Jika sampai pekerjaan lima rekanan itu tidak beres, diancam kena sanksi, yakni tidak lagi memperoleh pekerjaan dari pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, pekerjaan telah sesuai spesifikasi. Kerangka bangunan menggunakan kayu Kalimantan. Sedangkan rangka sekat antarlapak, memakai kayu lokal. Papan sekat berupa multipleks setebal 9 mm.
“Adapun ukuran masing-masing lapak, tidak seragam, tetapi disesuaikan dengan luas kepemilikan kapling sebelum terbakar,” lanjutnya.
Namun, pembangunan pasar darurat Talun sempat mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Magelang. Saat dilakukan peninjauan beberapa hari lalu, terdapat sekitar 10 batang kayu yang dipakai CV Sapta Arga berlubang kemudian ditambal serbuk kayu.
Selain itu, sambungan blandar tidak menggunakan kepala tupai, tanpa klem dan baut, sehingga daya rekatnya kurang memadai.
“Hal itu sudah dapat diselesaikan. Dan semua bahan yang tidak layak itu sekarang sudah diganti dengan yang lebih baik,” ujar Ahmad Towil Nurahman, Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Talun.
(ysw)