4 korban hilang, masih dalam pencarian
Sabtu, 10 November 2012 - 16:00 WIB
4 korban hilang, masih dalam pencarian
A
A
A
Sindonews.com - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan antara BPBD, SKPD, TNI dan POlri beserta tujuh elemen masyarakat masih melakukan pencarian terhadap empat orang yang hilang dalam bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis 8 November 2012 lalu.
"Upaya pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melakukan penyusuran sepanjang sungai Batanguru," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima oleh Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
BNPB memberikan pendampingan kepada BPBD dalam penanganan darurat, baik manajemen, administrasi dan pendanaan. BNPB memberikan dana siap pakai Rp300 juta kepada BPBD untuk operasional darurat. BPBD sudah mendirikan posko penanganan darurat bencana.
"Korban yang meninggal sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing," ujarnya.
Tambahnya, BPBD, Dinsos, Dinkes dan SKPD setempat memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan obat-obatan. Kebutuhan mendesak adalah alat komunikasi, perbaikan saluran air bersih dan bantuan logistik.
Saat ini musim kemarau telah berakhir dan sudah masuk musim penghujan. Masyarakat dan seluruh komponen pemerintah serta pemda diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir-banjir bandang, tanah longsor dan puting beliung.
BPBD yang rawan banjir dan tanah longsor diharapkan segera menyusun rencana kontinjensi agar dapat menanggulangi bencana dengan lebih baik. Dengan rencana kontinjensi tersebut maka semua potensi kekuatan yang ada di daerah disiapkan, baik logistik, peralatan, dana, sumber daya manusia dan sebagainya. Saat terjadi bencana maka rencana kontinjensi tersebut diaktifkan menjadi rencana operasi.
"Upaya pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melakukan penyusuran sepanjang sungai Batanguru," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima oleh Sindonews, Sabtu (10/11/2012).
BNPB memberikan pendampingan kepada BPBD dalam penanganan darurat, baik manajemen, administrasi dan pendanaan. BNPB memberikan dana siap pakai Rp300 juta kepada BPBD untuk operasional darurat. BPBD sudah mendirikan posko penanganan darurat bencana.
"Korban yang meninggal sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing," ujarnya.
Tambahnya, BPBD, Dinsos, Dinkes dan SKPD setempat memberikan bantuan sembako, makanan siap saji dan obat-obatan. Kebutuhan mendesak adalah alat komunikasi, perbaikan saluran air bersih dan bantuan logistik.
Saat ini musim kemarau telah berakhir dan sudah masuk musim penghujan. Masyarakat dan seluruh komponen pemerintah serta pemda diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir-banjir bandang, tanah longsor dan puting beliung.
BPBD yang rawan banjir dan tanah longsor diharapkan segera menyusun rencana kontinjensi agar dapat menanggulangi bencana dengan lebih baik. Dengan rencana kontinjensi tersebut maka semua potensi kekuatan yang ada di daerah disiapkan, baik logistik, peralatan, dana, sumber daya manusia dan sebagainya. Saat terjadi bencana maka rencana kontinjensi tersebut diaktifkan menjadi rencana operasi.
(mhd)