Polisi sita taksi Primajasa
Jum'at, 09 November 2012 - 13:27 WIB
Polisi sita taksi Primajasa
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Resmob Polda Metro Jaya menyita taksi Primajasa bernomor pintu 374, yang digunakan untuk melakukan perampokan terhadap Michelle Widyawati dan ibunya, pada Sabtu 27 Oktober 2012.
Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto mengatakan, taksi itu disita bersama satu unit mobil Avanza bernomor polisi B 2318 I'm, dan uang tunai Rp1,1 juta dari pelaku. Kedua mobil ini, dipakai pada saat pelaku melakukan perampokan.
Modusnya, sopir taksi mencari korban. Setelah mendapat korban, pelaku membawanya. Kemudian, taksi dibuntuti Avanza yang ditumpangi pelaku. Sampai di tempat yang sepi, sopir menghentikan mobil, lalu pelaku masuk, dan memaksa korban untuk menyerahkan barang bawaannya.
"Sopir mencari korban, kemudian dibuntuti Avanza yang ditumpangi pelaku. Setelah ada di tempat yang tepat, sopir berhenti dan pelaku naik, kemudian memaksa korban menyerahkan barang-barangnya," ujar Rikwanto, di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Kepala Unit II Resmob AKBP Herry Heryawan menambahkan, para pelaku mendapat taksi dari sopir tembak, kemudian ditempeli kaca film dan merubah nomor body taksi sebelum melakukan aksinya.
"Mereka menyewa taksi dari sopir tembak, kemudian ditempeli kaca film, dan merubah nomor body taksi sebelum menggunakannya," jelasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto mengatakan, taksi itu disita bersama satu unit mobil Avanza bernomor polisi B 2318 I'm, dan uang tunai Rp1,1 juta dari pelaku. Kedua mobil ini, dipakai pada saat pelaku melakukan perampokan.
Modusnya, sopir taksi mencari korban. Setelah mendapat korban, pelaku membawanya. Kemudian, taksi dibuntuti Avanza yang ditumpangi pelaku. Sampai di tempat yang sepi, sopir menghentikan mobil, lalu pelaku masuk, dan memaksa korban untuk menyerahkan barang bawaannya.
"Sopir mencari korban, kemudian dibuntuti Avanza yang ditumpangi pelaku. Setelah ada di tempat yang tepat, sopir berhenti dan pelaku naik, kemudian memaksa korban menyerahkan barang-barangnya," ujar Rikwanto, di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Kepala Unit II Resmob AKBP Herry Heryawan menambahkan, para pelaku mendapat taksi dari sopir tembak, kemudian ditempeli kaca film dan merubah nomor body taksi sebelum melakukan aksinya.
"Mereka menyewa taksi dari sopir tembak, kemudian ditempeli kaca film, dan merubah nomor body taksi sebelum menggunakannya," jelasnya.
(san)