Manajer taksi Primajasa klarifikasi soal perampokan
Kamis, 08 November 2012 - 21:54 WIB
Manajer taksi Primajasa klarifikasi soal perampokan
A
A
A
Sindonews.com - Kasus perampokan di dalam taksi, diduga dilakukan sopir taksi Primajasa mendapatkan tanggapan dari PT Prima Jasa Perdanaraya. PT Prima Jasa Perdanaraya merupakan perusahaan taksi tersebut.
Manajer Operasional taksi Primajasa Yusuf Sumiarsa pun datang ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi keterangan korban bernama Michelle Widyawati (24). Michele dalam pengakuannya telah dirampok di dalam taksi mirip Primajasa.
"Korban menyebutkan bahwa taksi yang dipergunakan untuk perampokan menyerupai atau mirip taksi Primajasa, jadi saya perlu klarifikasi, " ungkapnya di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Michele dalam laporannya menyebutkan, taksi itu bernomor pintu 347, namun setelah dicek baik secara manual maupun komputerisasi, taksi yang disebutkan nomor pintunya itu ternyata tidak beroperasi atau off sejak tanggal 26, 27 dan 28 Oktober 2012.
"Kami melakukan pengecekan bersama secara komputerisasi dan manual dengan Resmob taxi Primajasa bernomor pintu 347, ternyata pada 26,27 dan 28 Oktober 2012 tidak beropeprasi," jelasnya.
Korban juga hanya menyebut, mirip Primajasa dan tidak bisa memastikan.
Manajer Operasional taksi Primajasa Yusuf Sumiarsa pun datang ke Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi keterangan korban bernama Michelle Widyawati (24). Michele dalam pengakuannya telah dirampok di dalam taksi mirip Primajasa.
"Korban menyebutkan bahwa taksi yang dipergunakan untuk perampokan menyerupai atau mirip taksi Primajasa, jadi saya perlu klarifikasi, " ungkapnya di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Michele dalam laporannya menyebutkan, taksi itu bernomor pintu 347, namun setelah dicek baik secara manual maupun komputerisasi, taksi yang disebutkan nomor pintunya itu ternyata tidak beroperasi atau off sejak tanggal 26, 27 dan 28 Oktober 2012.
"Kami melakukan pengecekan bersama secara komputerisasi dan manual dengan Resmob taxi Primajasa bernomor pintu 347, ternyata pada 26,27 dan 28 Oktober 2012 tidak beropeprasi," jelasnya.
Korban juga hanya menyebut, mirip Primajasa dan tidak bisa memastikan.
(lns)