Santri Pondok Pesantren Tambak Beras hilang
Kamis, 08 November 2012 - 18:33 WIB
Santri Pondok Pesantren Tambak Beras hilang
A
A
A
Sindonews.com - Seorang santri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) hilang sejak satu bulan lalu. Keluarga korban khawatir putranya bergabung atau direkrut kelompok Islam garis keras untuk melakukan tindak kriminal atau aksi terorisme seperti yang marak terjadi belakangan ini.
Untuk kesekian kalinya, Sukir (38) dan Maryam (37), kedua orangtua Rahmat Fadhilah (15), warga Rungkut, Surabaya ini mendatangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum tempat putranya menimba ilmu di Desa Tambak Beras Kecamatan Kota Jombang, Jatim.
Mereka ingin memastikan kembali kabar terakhir Rahmat Fadhilah yang hilang dari pesantren sejak 29 September 2012 lalu.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Mohamad Idris Jamaludin mengatakan Rahmat fadhilah hilang dan tidak pulang lagi ke pesantren saat berangkat ke sekolahnya di Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Tambak Beras dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario miliknya.
"Selain di pondok pesantren, setiap pagi sampai siang korban belajar formal di kelas dua MAN Tambak Beras," ungkap Idris menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Pihak pesantren mengaku telah melakukan pencarian ke berbagai tempat, seperti ke teman-teman korban hingga melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Orangtua maupun pihak pesantren khawatir korban bergabung atau direkrut oleh kelompok-kelompok Islam garis keras untuk melakukan tindak kriminal atau aksi terorisme seperti yang marak belakangan ini.
Untuk kesekian kalinya, Sukir (38) dan Maryam (37), kedua orangtua Rahmat Fadhilah (15), warga Rungkut, Surabaya ini mendatangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum tempat putranya menimba ilmu di Desa Tambak Beras Kecamatan Kota Jombang, Jatim.
Mereka ingin memastikan kembali kabar terakhir Rahmat Fadhilah yang hilang dari pesantren sejak 29 September 2012 lalu.
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Mohamad Idris Jamaludin mengatakan Rahmat fadhilah hilang dan tidak pulang lagi ke pesantren saat berangkat ke sekolahnya di Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Tambak Beras dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario miliknya.
"Selain di pondok pesantren, setiap pagi sampai siang korban belajar formal di kelas dua MAN Tambak Beras," ungkap Idris menjelaskan kepada wartawan, Kamis (8/11/2012).
Pihak pesantren mengaku telah melakukan pencarian ke berbagai tempat, seperti ke teman-teman korban hingga melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Orangtua maupun pihak pesantren khawatir korban bergabung atau direkrut oleh kelompok-kelompok Islam garis keras untuk melakukan tindak kriminal atau aksi terorisme seperti yang marak belakangan ini.
(azh)