Benda diduga bom gegerkan Pasar Kemantran Tegal
Kamis, 08 November 2012 - 10:52 WIB
Benda diduga bom gegerkan Pasar Kemantran Tegal
A
A
A
Sindonews.com - Para pedagang Pasar Kemantran, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dibuat geger dengan teror bom di salah satu lapak pasar. Pedagang menemukan barang yang diduga bom, di dalam kantong plastik ukuran sedang.
Berdasarkan keterangan di lapangan, barang diduga bom itu kali pertama ditemukan oleh Jumarti (52), salah satu pedagang di lokasi. Barang itu ditemukan dalam plastik putih, di depan lapak Maroyah, warga Pemalang, yang merupakan salah satu pedagang jajanan sekitar pukul 07.00 WIB.
Ketika kejadian, pemilik lapak Maroyah sedang tidak berangkat. Trimosari (30), pedagang pakaian di lokasi kejadian mengatakan, dirinya merupakan salah satu orang yang ikut serta mendapati adanya barang yang disangka bom di depan lapaknya.
Bom berbentuk rakitan pipa yang dililitkan kabel, baterai, dan direkatkan dengan solatip. Barang itu terbungkus dalam sebuah kantong plastik berwarna putih.
Di dalam bom itu juga terdapat kertas satu lembar bertuliskan nada ancaman. Bunyi tulisan berbahasa Tegal itu yakni, "Angger Dirja ora mimpin Desa Getas Kerep! Luwih apik pasar kiye tak angusna sisan".
Dalam Bahasa Indonesia, kalimat itu memiliki arti, "Jika Dirja tidak mimpin Desa Getas Kerep! Lebih baik pasar ini saya hanguskan sekalian". "Jam 7 pagi, kami menemukan barang itu di bawah atau di depan lapak kami," kata Jumarti, di lokasi Kamis, Pasar Kemantran, Kamis (8/10/2012).
Beruntung barang itu tidak sampai meledak, karena kepolisian segera mengevakuasi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan di lapangan, barang diduga bom itu kali pertama ditemukan oleh Jumarti (52), salah satu pedagang di lokasi. Barang itu ditemukan dalam plastik putih, di depan lapak Maroyah, warga Pemalang, yang merupakan salah satu pedagang jajanan sekitar pukul 07.00 WIB.
Ketika kejadian, pemilik lapak Maroyah sedang tidak berangkat. Trimosari (30), pedagang pakaian di lokasi kejadian mengatakan, dirinya merupakan salah satu orang yang ikut serta mendapati adanya barang yang disangka bom di depan lapaknya.
Bom berbentuk rakitan pipa yang dililitkan kabel, baterai, dan direkatkan dengan solatip. Barang itu terbungkus dalam sebuah kantong plastik berwarna putih.
Di dalam bom itu juga terdapat kertas satu lembar bertuliskan nada ancaman. Bunyi tulisan berbahasa Tegal itu yakni, "Angger Dirja ora mimpin Desa Getas Kerep! Luwih apik pasar kiye tak angusna sisan".
Dalam Bahasa Indonesia, kalimat itu memiliki arti, "Jika Dirja tidak mimpin Desa Getas Kerep! Lebih baik pasar ini saya hanguskan sekalian". "Jam 7 pagi, kami menemukan barang itu di bawah atau di depan lapak kami," kata Jumarti, di lokasi Kamis, Pasar Kemantran, Kamis (8/10/2012).
Beruntung barang itu tidak sampai meledak, karena kepolisian segera mengevakuasi. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.
(san)