Rekontruksi pembunuhan Lusi digelar Polres Lahat

Rabu, 07 November 2012 - 17:04 WIB
Rekontruksi pembunuhan...
Rekontruksi pembunuhan Lusi digelar Polres Lahat
A A A
Sindonews.com – Aksi pembunuhan terhadap Lusi Restu Ningsih (22) warga Desa Kuba Kecamatan Pulau Pinang terus dilakukan pendalaman. Meski pihak Kepolisian Resor (Polres) Lahat telah mengamankan tersangka utamanya, Agus warga Lahat Tengah yang menghabisi nyawa kekasihnya sendiri tersebut, proses rekontruksi ulang terjadinya pembunuhan itu tetap dilakukan.

Dengan mengambil tiga lokasi terpisah, yakni Mapolres Lahat, Kediaman tersangka Agus sendiri, di Desa Suka Negara, Kecamatan kota Lahat, serta di lokasi bawah jembatan, Desa Muara Siban, Pulau Pinang, sebanyak 23 adegan diperagakan tersangka mengenai bagaimana awal kejadian hingga terbunuhnya Lusi ditampilkan.

Dari semua adegan yang ada, khususnya saat berada dikediaman tersangka sendiri, terungkap bagaimana satu-persatu tahapan awal, mulai dari kedatangan tersangka dan korban sendiri, bermesaraan. Sampai aksi keributan dan berujung pada pembunuhan yang ada tersebut. Tepat di adegan ke enam dan ke delapan terlihat tersangka dengan tangannya sendiri mencekik dan menggorok leher korban hingga tewas.

“Sempat terjadi keributan mulut dan dan berujung disembelihnya korban dengan sebilah pisau dapur,” tegas Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi didampingi Kasatreskrim AKP God Parlasro melalui Kanit Pidum Iptu Yusuf Solehat di sela sela rekontruksi di rumah tersangka, Rabu (7/11/2012).

Setelah korban tidak bernyawa, tersangka dengan santai sempat keluar rumah, membeli karung besar. Tak lama kemudian, dengan karung tersebut, jasad korban yang sudah dibersihkan sebelumnya di kamar mandi rumah, tersangka mengemasnya akhirnya dibawa dan dibuang ke kawasan Muara Siban, pada saat malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB Jumat 19 Oktober.

Saat ini, lanjut Yusuf, kasus ini masuk tahap penyidikan lanjutan, yaitu dengan agendanya melaksanakan reka ulang kejadian, dengan langsung melibatkan tersangka, barang bukti yang ada, serta korban sendiri yang diperankan oleh model yang ditunjuk, dengan dibawa penjagaan ketat petugas gabungan Polres Lahat sendiri, serta jajaran Polsekta Lahat.

“Korban memang sendirian di rumah lantara kedua orang tuanya sedang dikebun,” tegasnya.

Mayat Lusi sendiri, baru ketahui empat hari kemudian. Setelah petunjuk didapat, akhirnya petugas melakukan perburuan, dan tersangka berhasil ditangkap saat tengah berada dipelariannya, di kawasan Simpang Rejong Curup, Bengkulu, Jumat 26 Oktober. Tersangka yang mengakui semua perbuatannya ini diancam dengan Pasal 338 dan 365 KUHP, dengan ancaman di atas 10 tahun.

Sementara itu, saat dilakukannya rekontruksi yang menghebohkan warga Lahat Tengah tersebut, ratusan warga terlihat berdesakan memadati Tempat Kejadian Perkara. Selain dijaga ketat, aparat juga memasang garis polisi disekitar rumah tersangka guna menghindar hal hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah seorang warga sekitar mengaku pascaperistiwa tragis tersebut, keadaan sekitar rumah benar benar sepi. Bahkan, pada saat malam hari, tidak ada seorang warga pun yang berani berada berkeliaran di sekitar pekarangan rumah korban. Warga lebih memilih memutar jika ingin keluar jalan raya.

“Kalau magrib nyaris seperti kuburan. Hening. Warga takut. Apalagi kalau malam hari, ada yang pernah mendengar suara seperti ribut ribut dari dalam rumah. Padahal, di rumah itu tidak ada orang lagi,” jelasnya.

Ayah tersangka, Midi (52) yang juga menyaksikan rekontruksi tersebut merasa sedih dengan apa yang dialami anak keduanya tersebut. Menurutnya, sehari hari Agus dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan tidak banyak ulah. Bahkan, cenderung penurut. Pernah, lanjutnya, Agus mencoba mengikuti tes pendidikan TNI tapi gugur saat seleksi akhir.

“Kami pasrah saja. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Ini juga bukan kehendak kita,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
10 menit yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
19 menit yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
24 menit yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
49 menit yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
1 jam yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Demo Menentang Presiden...
Demo Menentang Presiden AS Donald Trump Digelar di Penjuru Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved