Gubernur Jabar panggil kepala RSUD Bekasi
Rabu, 07 November 2012 - 02:19 WIB
Gubernur Jabar panggil kepala RSUD Bekasi
A
A
A
Sindonews.com - Odeh Puspitasari atau Siti Masitoh, bocah sembilan tahun penderita kanker perut masih terbaring lemah di Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta. Pasien anak keluarga miskin ini, mengharapkan pertolongan setelah sebelumnya dikabarkan ditolak oleh RSUD Bekasi.
Karena lokasinya terjadi di Kota Bekasi yang merupakan wilayah Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ikut prihatin. Dia menyesalkan pemberitaan seputar Odeh yang ditolak RSUD Bekasi. "Kita akan tangani, bisa, bisa, iya memang ditolak, kejadian yang tak kita inginkan," katanya di Depok, Selasa (6/11/2012).
Heryawan juga mengatakan, akan memanggil Kepala RSUD Bekasi untuk mengurai kasus tersebut. Dia juga akan meminta laporan dari Pemerintah Kota setempat.
"Masalah akan diurai, mengapa terjadi, kalau terbukti ada kelalaian kita panggil kepala RS. Sudah saya perintahkan, ini kan terjadinya di Bekasi, karena Bekasi di Jabar saya tak tinggal diam. Tanggung jawab sesungguhnya di Kota Bekasi," tegasnya.
Dia mengklaim, telah memerintahkan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat untuk menangani pasien tersebut. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung APBD Propinsi Jabar.
"Langsung saya perintahkan ke Dinkes Jabar, pakai APBD propinsi. Saya ingin semua RS di Jabar tak tolak pasien, hanya karena miskin, tak punya SKTM. Dana kedaruratan selalu ada. Tak hanya MoU, langsung saya perintahkan, sadayana sepenuhnya," imbuhnya.
Karena lokasinya terjadi di Kota Bekasi yang merupakan wilayah Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ikut prihatin. Dia menyesalkan pemberitaan seputar Odeh yang ditolak RSUD Bekasi. "Kita akan tangani, bisa, bisa, iya memang ditolak, kejadian yang tak kita inginkan," katanya di Depok, Selasa (6/11/2012).
Heryawan juga mengatakan, akan memanggil Kepala RSUD Bekasi untuk mengurai kasus tersebut. Dia juga akan meminta laporan dari Pemerintah Kota setempat.
"Masalah akan diurai, mengapa terjadi, kalau terbukti ada kelalaian kita panggil kepala RS. Sudah saya perintahkan, ini kan terjadinya di Bekasi, karena Bekasi di Jabar saya tak tinggal diam. Tanggung jawab sesungguhnya di Kota Bekasi," tegasnya.
Dia mengklaim, telah memerintahkan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat untuk menangani pasien tersebut. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung APBD Propinsi Jabar.
"Langsung saya perintahkan ke Dinkes Jabar, pakai APBD propinsi. Saya ingin semua RS di Jabar tak tolak pasien, hanya karena miskin, tak punya SKTM. Dana kedaruratan selalu ada. Tak hanya MoU, langsung saya perintahkan, sadayana sepenuhnya," imbuhnya.
(san)