Demo tuntut Bupati Bogor & Menpora kembali ricuh
Selasa, 06 November 2012 - 14:39 WIB
Demo tuntut Bupati Bogor & Menpora kembali ricuh
A
A
A
Sindonews.com - Aksi unjuk rasa meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng di depan Kantor Bupati Bogor, Cibinong, berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi saat ratusan mahasiswa dari Koalisi Pemuda dan Mahasiswa (Kopma) Bogor yang memaksa masuk untuk menemui Bupati dihalangi petugas SatPol PP. Akibatnya saling dorong dan pukulpun tidak terhindarkan, Selasa (6/11/2012).
Aksi kericuhan juga sempat terjadi saat mahasiswa dihalangi petugas untuk melaksanakan aksinya. Namun karena memaksa, para mahasiswa akhirnya diijinkan mendekat ke Kantor Bupati Bogor.
Selain ricuh, para mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi yang merajalela di proyek Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga (P3SON) Hambalang.
Aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa ini menuntut Bupati Bogor bertanggung jawab atas keterlibatanya dan konspirasi busuk mega proyek Hambaang.
Mereka juga menuntut DPRD Kabupaten Bogor membentuk hak angket pansus Hambalang dan menuntut KPK agar segera menangkap Bupati dan Menpora.
Kericuhan terjadi saat ratusan mahasiswa dari Koalisi Pemuda dan Mahasiswa (Kopma) Bogor yang memaksa masuk untuk menemui Bupati dihalangi petugas SatPol PP. Akibatnya saling dorong dan pukulpun tidak terhindarkan, Selasa (6/11/2012).
Aksi kericuhan juga sempat terjadi saat mahasiswa dihalangi petugas untuk melaksanakan aksinya. Namun karena memaksa, para mahasiswa akhirnya diijinkan mendekat ke Kantor Bupati Bogor.
Selain ricuh, para mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi yang merajalela di proyek Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga (P3SON) Hambalang.
Aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa ini menuntut Bupati Bogor bertanggung jawab atas keterlibatanya dan konspirasi busuk mega proyek Hambaang.
Mereka juga menuntut DPRD Kabupaten Bogor membentuk hak angket pansus Hambalang dan menuntut KPK agar segera menangkap Bupati dan Menpora.
(rsa)