Heryawan ajak pelajar tidak galau
Selasa, 06 November 2012 - 12:12 WIB
Heryawan ajak pelajar tidak galau
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak 200 pelajar yang tergabung dalam OSIS SMA dan SMK di Depok untuk tidak galau.
Heryawan meminta para pelajar memiliki harapan dan masa depan yang pasti. Hal itu dipandang perlu sebagai langkah kontradiksi gerakan anti tawuran yang kini sedang marak di kalangan pelajar.
"Enggak ada waktu bagi pelajar yang punya cita-cita besar, karena itu pelajar harus punya tujuan hidup, tidak galau, masa depan harus pasti," kata Heryawan dalam kunjungannya di Balai Kota, Depok, Selasa (6/11/2012).
Heryawan mengatakan, sebagai pelajar tentunya harus mulai menentukan masa depan. Karena itu, lanjutnya, semua pelajar SMA harus punya cita-cita besar.
"Dalam konteks kemajuan, generasi muda punya fungsi besar, pelajar fungsi intelektual.
Seorang manusia tak akan pernah melangkah melewati pikirannya. Kalian para pelajar harus punya prinsip. Pertanyaan ini harus dijawab sedini mungkin dimulai saat usia 12-15 tahun," ujarnya.
Menurutnya, narkoba dan tawuran hanya terjadi pada pelajar yang memiliki harapan kosong dari cita-cita besar. Karena, jika memiliki tujuan hidup, mustahil akan terjerumus pada tawuran, narkoba, dan miras.
Heryawan meminta para pelajar memiliki harapan dan masa depan yang pasti. Hal itu dipandang perlu sebagai langkah kontradiksi gerakan anti tawuran yang kini sedang marak di kalangan pelajar.
"Enggak ada waktu bagi pelajar yang punya cita-cita besar, karena itu pelajar harus punya tujuan hidup, tidak galau, masa depan harus pasti," kata Heryawan dalam kunjungannya di Balai Kota, Depok, Selasa (6/11/2012).
Heryawan mengatakan, sebagai pelajar tentunya harus mulai menentukan masa depan. Karena itu, lanjutnya, semua pelajar SMA harus punya cita-cita besar.
"Dalam konteks kemajuan, generasi muda punya fungsi besar, pelajar fungsi intelektual.
Seorang manusia tak akan pernah melangkah melewati pikirannya. Kalian para pelajar harus punya prinsip. Pertanyaan ini harus dijawab sedini mungkin dimulai saat usia 12-15 tahun," ujarnya.
Menurutnya, narkoba dan tawuran hanya terjadi pada pelajar yang memiliki harapan kosong dari cita-cita besar. Karena, jika memiliki tujuan hidup, mustahil akan terjerumus pada tawuran, narkoba, dan miras.
(rsa)