Limbah TPA Cipayung cemari sumur warga
Senin, 05 November 2012 - 16:52 WIB
Limbah TPA Cipayung cemari sumur warga
A
A
A
Sindonews.com - Buruknya sistim pengolahan limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampa Cipayung, Depok, membuat sumur warga mulai tercemar.
"Air sudah tidak bagus karena tercemar limbah sampah. Sekarang sudah berwarna agak hijau," kata warga Cipayung, Unam Suriyadi (43) di rumahnya, Cipayung, Senin (5/11/2012).
Warga Kampung Bulak Barat, RT 01 RW 07, Cipayung, Depok ini mengatakan, Pemerintah Kota Depok pernah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan air tanah di wilayah mereka.
"Air dinyatakan sudah tidak bisa diminum, sekarang kebanyakan dipakai mandi dan cuci pakaian," ungkapnya yang tinggal 300 meter dari kolam TPA.
Kepala Bidang Pemantauan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Amanullah Sarwi membenarkan kualitas air tanah di sekitar TPA Cipayung sudah tidak layak dikonsumsi.
Pasalnya, air sumur warga sudah tercemar air lindi akibat rembesan dari kolam penampungan. "Airnya sudah tercemar dan tidak bisa dikonsumsi," kata Sarwi.
Dia menyesalkan tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
sehingga penanganan sampah tidak maksimal. Dampaknya, air lindi meresap ke tanah dan masuk ke sumur warga.
"Kami sarankan untuk membuat IPAL komunal yang benar-benar. Sehingga sebelum dibuang, air diproses terlebih dahulu," katanya.
"Air sudah tidak bagus karena tercemar limbah sampah. Sekarang sudah berwarna agak hijau," kata warga Cipayung, Unam Suriyadi (43) di rumahnya, Cipayung, Senin (5/11/2012).
Warga Kampung Bulak Barat, RT 01 RW 07, Cipayung, Depok ini mengatakan, Pemerintah Kota Depok pernah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan air tanah di wilayah mereka.
"Air dinyatakan sudah tidak bisa diminum, sekarang kebanyakan dipakai mandi dan cuci pakaian," ungkapnya yang tinggal 300 meter dari kolam TPA.
Kepala Bidang Pemantauan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Amanullah Sarwi membenarkan kualitas air tanah di sekitar TPA Cipayung sudah tidak layak dikonsumsi.
Pasalnya, air sumur warga sudah tercemar air lindi akibat rembesan dari kolam penampungan. "Airnya sudah tercemar dan tidak bisa dikonsumsi," kata Sarwi.
Dia menyesalkan tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL)
sehingga penanganan sampah tidak maksimal. Dampaknya, air lindi meresap ke tanah dan masuk ke sumur warga.
"Kami sarankan untuk membuat IPAL komunal yang benar-benar. Sehingga sebelum dibuang, air diproses terlebih dahulu," katanya.
(ysw)