Yanto bukan tewas dibunuh teman judi
Minggu, 04 November 2012 - 16:24 WIB
Yanto bukan tewas dibunuh teman judi
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Resor (Depok) Depok belum berani memastikan kematian sopir angkot Yanto Tekege bukan karena penganiayaan. Dugaan polisi, justru Yanto tewas saat berusaha kabur ketika digerebek tengah bermain judi.
Kematian Yanto Tekege (42) warga Kampung Cipayung, RT 002/4 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang tewas usai bermain judi koprok diduga bukan karena dikeroyok.
Yanto merupakan sopir angkot D08 jurusan Terminal Depok-Pasar Pucung yang ditemukan di tengah jalan dan tewas berlumuran darah. Hasil penyelidikan sementara, diduga kasus yang dialami Yanto bukan pembunuhan atau penganiayaan oleh sepuluh teman-temannya yang bermain judi.
Sopir angkot ini diduga tewas karena kehabisan darah setelah kabur bersama teman-temannya saat seorang satpam menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi berjudi.
"Betul dari hasil penyelidikan sementara, korban tewas bukan dibunuh, tetapi karena kecelakaan, terkena kaca nako karena mau kabur," ujar Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya AKP Syahjohan, Minggu (4/11/2012).
Johan mengungkapkan sudah lebih dari tiga saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Namun tersangka yang ditetapkan, kata Johan, justru dikenakan pada kasus judi atau 303 KUHP.
"Nanti saja detailnya langsung dengan Kapolres, yang sementara tersangka sudah lima orang ditangkap karena judinya," tegas Johan.
Sebelumnya, diberitakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, ER (40) terlibat dalam perjudian di rumah kosong, Perumahan Griya Alam Sukmajaya.
Saat itu, Yanto diduga tewas dikeroyok oleh rekan-rekannya saat bermain judi di salah satu rumah kosong.
Kematian Yanto Tekege (42) warga Kampung Cipayung, RT 002/4 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang tewas usai bermain judi koprok diduga bukan karena dikeroyok.
Yanto merupakan sopir angkot D08 jurusan Terminal Depok-Pasar Pucung yang ditemukan di tengah jalan dan tewas berlumuran darah. Hasil penyelidikan sementara, diduga kasus yang dialami Yanto bukan pembunuhan atau penganiayaan oleh sepuluh teman-temannya yang bermain judi.
Sopir angkot ini diduga tewas karena kehabisan darah setelah kabur bersama teman-temannya saat seorang satpam menggerebek sebuah rumah yang dijadikan lokasi berjudi.
"Betul dari hasil penyelidikan sementara, korban tewas bukan dibunuh, tetapi karena kecelakaan, terkena kaca nako karena mau kabur," ujar Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya AKP Syahjohan, Minggu (4/11/2012).
Johan mengungkapkan sudah lebih dari tiga saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Namun tersangka yang ditetapkan, kata Johan, justru dikenakan pada kasus judi atau 303 KUHP.
"Nanti saja detailnya langsung dengan Kapolres, yang sementara tersangka sudah lima orang ditangkap karena judinya," tegas Johan.
Sebelumnya, diberitakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, ER (40) terlibat dalam perjudian di rumah kosong, Perumahan Griya Alam Sukmajaya.
Saat itu, Yanto diduga tewas dikeroyok oleh rekan-rekannya saat bermain judi di salah satu rumah kosong.
(ysw)