Lokasi pembunuhan sopir angkot langganan tempat judi
Jum'at, 02 November 2012 - 14:15 WIB
Lokasi pembunuhan sopir angkot langganan tempat judi
A
A
A
Sindonews.com - Para saksi dugaan kasus pembunuhan terhadap Yanto Takege (42), sopir angkot D08 yang ditemukan tewas di Jalan Studio Alam, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, mengaku tak ada pembunuhan terhadap Yanto. Mereka juga mengaku, tidak ada perkelahian saat bermain judi koprok.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni menjelaskan, pengakuan para saksi, mereka terkejut saat seorang Satuan Pengamanan (Satpam) perumahan menggerebek rumah kosong yang dijadikan tempat judi. Karena itu, mereka lari kocar-kacir, kabur, dan bisa jadi terkena pecahan kaca nako.
"Karena kaca nako di rumah tersebut pecah, jadi korban bisa jadi tertusuk kaca saat kabur dan kehabisan darah," ujarnya kepada wartawan di Polsek Sukmajaya, Depok, Jumat (2/11/2012).
Di lokasi kejadian, lanjut Mulyadi, tidak ditemukan minuman keras. Diduga, rumah tersebut memang biasa menjadi sarang langganan berjudi, karena posisinya yang tertutup dari lingkungan warga.
"Mereka para pemain judi ini masuk dari belakang, dari kampung sebelah. Main judi juga pakai lilin, saat kejadian dari dalam rumah saat ditanya Satpam perumahan. Mereka biasa di situ, bukan warga perumahan itu, ngumpet-ngumpet, kabur pun ada bercak darah, maju mundur kebingungan dari tetesan darah," tegas Mulyadi.
Kapolsek Sukmajaya AKP Fitria Mega menambahkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. Jenazah Yanto sendiri saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni menjelaskan, pengakuan para saksi, mereka terkejut saat seorang Satuan Pengamanan (Satpam) perumahan menggerebek rumah kosong yang dijadikan tempat judi. Karena itu, mereka lari kocar-kacir, kabur, dan bisa jadi terkena pecahan kaca nako.
"Karena kaca nako di rumah tersebut pecah, jadi korban bisa jadi tertusuk kaca saat kabur dan kehabisan darah," ujarnya kepada wartawan di Polsek Sukmajaya, Depok, Jumat (2/11/2012).
Di lokasi kejadian, lanjut Mulyadi, tidak ditemukan minuman keras. Diduga, rumah tersebut memang biasa menjadi sarang langganan berjudi, karena posisinya yang tertutup dari lingkungan warga.
"Mereka para pemain judi ini masuk dari belakang, dari kampung sebelah. Main judi juga pakai lilin, saat kejadian dari dalam rumah saat ditanya Satpam perumahan. Mereka biasa di situ, bukan warga perumahan itu, ngumpet-ngumpet, kabur pun ada bercak darah, maju mundur kebingungan dari tetesan darah," tegas Mulyadi.
Kapolsek Sukmajaya AKP Fitria Mega menambahkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut. Jenazah Yanto sendiri saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
(san)