Polisi periksa 3 saksi pembunuhan sopir angkot
Jum'at, 02 November 2012 - 13:57 WIB
Polisi periksa 3 saksi pembunuhan sopir angkot
A
A
A
Sindonews.com - Polres Depok masih mengembangkan kasus dugaan pembunuhan terhadap Yanto Tekege (42), warga Kampung Cipayung, RT 002/4, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang juga sopir angkot D08. Yanto tewas usai bermain judi di sebuah rumah kosong, bersama sepuluh teman-temannya.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yang merupakan teman korban, saat bersama-sama bermain judi koprok. Sementara satu saksi lainnya, saat ini masih dirawat di rumah sakit Sentra Medika, karena luka parah di bagian tangan kiri dan pelipis.
"Saksi kami periksa dua orang, di rumah sakit satu orang, mayat kami kirim ke Puslabfor, apakah karena benda tumpul atau tajam, sudutnya berapa, masih belum tahu," katanya kepada wartawan di lokasi, Depok, Jumat (2/11/2012).
Mulyadi menambahkan, hingga kini belum diketahui motif yang menyebabkan tewasnya Yanto. Pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah ini murni pembunuhan atau penganiayaan.
"Karena dari dua keterangan saksi menyatakan, mereka main judi, ada satpam yang diduga samperin rumah yang dijadikan lokasi main judi, lalu mereka kabur lewat pintu, dan jendela, ini yang kita dalami. Belum tentu pembunuhan, bisa kena pecahan kaca, dan kabur jadi kehabisan darah," tandasnya.
Sebelumnya, warga di sekitar lokasi saat hendak berangkat kerja menemukan ceceran darah. Ternyata mayat pria ditemukan telentang di tengah jalan, dengan keadaan berlumuran darah.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yang merupakan teman korban, saat bersama-sama bermain judi koprok. Sementara satu saksi lainnya, saat ini masih dirawat di rumah sakit Sentra Medika, karena luka parah di bagian tangan kiri dan pelipis.
"Saksi kami periksa dua orang, di rumah sakit satu orang, mayat kami kirim ke Puslabfor, apakah karena benda tumpul atau tajam, sudutnya berapa, masih belum tahu," katanya kepada wartawan di lokasi, Depok, Jumat (2/11/2012).
Mulyadi menambahkan, hingga kini belum diketahui motif yang menyebabkan tewasnya Yanto. Pihaknya juga belum bisa memastikan, apakah ini murni pembunuhan atau penganiayaan.
"Karena dari dua keterangan saksi menyatakan, mereka main judi, ada satpam yang diduga samperin rumah yang dijadikan lokasi main judi, lalu mereka kabur lewat pintu, dan jendela, ini yang kita dalami. Belum tentu pembunuhan, bisa kena pecahan kaca, dan kabur jadi kehabisan darah," tandasnya.
Sebelumnya, warga di sekitar lokasi saat hendak berangkat kerja menemukan ceceran darah. Ternyata mayat pria ditemukan telentang di tengah jalan, dengan keadaan berlumuran darah.
(san)