Polda Sulteng tunjukan barang bukti teroris
Jum'at, 02 November 2012 - 13:54 WIB
Polda Sulteng tunjukan barang bukti teroris
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sejumlah barang bukti yang disita dari tangan kelompok terduga teroris dalam penggerebekan di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Utara pada 31 Oktober 2012 silam.
Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Dewa Parsana mengatakan barang bukti itu di antaranya berupa 26 detonator, 15 bom aktif, 23 amunisi, senjata api (senpi), telepon genggam dan bubuk putih bahan pembuatan bom, ranjau seberat 10 kilogram, empat CPU, busur ambon, senjata tajam, buku dan dokumen serta selebaran jihad.
"Bukti yang telah disita itu akan dibawa ke Mabes Polri di Jakarta untuk kepentingan penyelidikan, termasuk bekas bekas darah yang ada pada senjata tajam yang turut disita polisi dalam penyergapan di Poso Pesisir Utara pada 21 Oktober 2012," ungkap Dewa menjelaskan dalam jumpa pers di aula Polres Poso, Jumat (2/11/2012).
Saat ini setidaknya sudah tujuh orang yang ditangkap dan dijadikan tersangka terkait kasus kekerasan dan terorisme di Poso. Dari tujuh orang itu, tiga orang ditangkap dalam operasi penyergapan dan empat orang ditangkap setelah terjaring dalam razia.
Satu di antaranya meninggal dunia dalam operasi penyergapan oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara pada 31 Oktober 2012.
Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Dewa Parsana mengatakan barang bukti itu di antaranya berupa 26 detonator, 15 bom aktif, 23 amunisi, senjata api (senpi), telepon genggam dan bubuk putih bahan pembuatan bom, ranjau seberat 10 kilogram, empat CPU, busur ambon, senjata tajam, buku dan dokumen serta selebaran jihad.
"Bukti yang telah disita itu akan dibawa ke Mabes Polri di Jakarta untuk kepentingan penyelidikan, termasuk bekas bekas darah yang ada pada senjata tajam yang turut disita polisi dalam penyergapan di Poso Pesisir Utara pada 21 Oktober 2012," ungkap Dewa menjelaskan dalam jumpa pers di aula Polres Poso, Jumat (2/11/2012).
Saat ini setidaknya sudah tujuh orang yang ditangkap dan dijadikan tersangka terkait kasus kekerasan dan terorisme di Poso. Dari tujuh orang itu, tiga orang ditangkap dalam operasi penyergapan dan empat orang ditangkap setelah terjaring dalam razia.
Satu di antaranya meninggal dunia dalam operasi penyergapan oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara pada 31 Oktober 2012.
(azh)