Puting beliung diprediksi sampai akhir November

Rabu, 31 Oktober 2012 - 12:33 WIB
Puting beliung diprediksi...
Puting beliung diprediksi sampai akhir November
A A A
Sindonews.com - Diprediksi, cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Yogyakarta pada masa pergantian musim atau pancaroba hanya akan sampai pada akhir November.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY Tony Agus Wijaya mengimbau, agar masyarakat wasapada sebelum berakhirnya masa tersebut.

"Khususnya yang tinggal di perbatasan antara lereng gunung Merapi dengan daratan rendah di Sleman, akan adanya awan cumulus limbus yang menimbulkan angin puting beliung," kata Agus, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (31/10/2012).

Agus menjelaskan, awan cumulus ini terbentuk karena pemanasan matahari lokal dan awan lokal. Pada saat bersamaan, karena adanya perbedaan suhu, maka berpotensi menimbulkan angin kencang menjadi angin puting beliung.

"Kecepatan angin, bisa mencapai 50 kilometer per jam dengan rentan waktu lima sampai 10 menit saja terjadinya," ucapnya.

Menurut Agus, seluruh wilayah yang ada di DIY sendiri, berpotensi diterpa angin tersebut. Jadi, untuk di wilayah Sleman sendiri, wilayah yang berpotensi ialah di sekitar perbatasan Gunung Merapi.

“Waspadalah saat pagi cuaca cerah, namun memasuki siang hari, terlihat awan hitam pekat. Ketika ada puting beliung, efeknya hanya seluas satu kilometer persegi saja, jadi warga harus waspada kalau ada cabang pohon yang dekat dengan rumah mereka,” tandasnya.

Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir ini wilayah Sleman sudah terjadi bencana puting beliung sebanyak dua kali. Akibatnya, beberapa rumah rusak karena tertimpa pohon.

Sebelumnya, pada Jumat 19 Oktober 2012 terjadi bencana angin puting beliung di Dusun Tegalsari, Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman. Kejadian tersebut mengakibatkan tiga rumah warga rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Disusul pada Senin 29 Oktober 2012, puting beling mengobrak-abrik Dusun Saren dan Babadan, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak. Dampak kejadian tersebut, satu rumah warga milik Tugiran (42) rusak dan jaringan listrik terputus.
(maf)
Berita Terkait
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Kemensos akan Gandeng...
Kemensos akan Gandeng LSM dalam Penanganan Bencana
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Temui Jajaran Pimpinan...
Temui Jajaran Pimpinan ITS dan Unair, Mensos: Silaturahim dan Diskusi Penanganan Bencana
Resmi Pimpin RAPI Sulsel,...
Resmi Pimpin RAPI Sulsel, IAS Dorong Penguatan Fungsi Sosial
Berita Terkini
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
13 menit yang lalu
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
27 menit yang lalu
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
1 jam yang lalu
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
2 jam yang lalu
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
2 jam yang lalu
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved