Pasukan Brimob tiba di Poso
Rabu, 31 Oktober 2012 - 02:19 WIB
Pasukan Brimob tiba di Poso
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan Brimob Kelapa Dua Depok, Satuan II Pelopor Detasemen B, Mabes Polri, Rabu 31 Oktober 2012 dini hari, tiba di Bandara Udara Palu, Sulawesi Sengah (Sulteng).
Setibanya di bandara, personel elite Polri ini langsung diberangkatkan ke Kabupaten Poso, untuk membantu Densus 88 dalam operasi khusus pengejaran terduga teroris.
Personel Brimob dari Satuan II Pelopor Detasemen B, merupakan rombongan pertama dari dua tahap kedatangan personil Brimob. Usai menerima arahan, personel Brimob ini langsung naik ke bus yang sudah disiapkan.
Selain itu, peralatan persenjataan personel, juga diangkut dengan menggunakan truk milik Polda Sulteng. Pasukan elit ini, akan diberangkatkan lewat transportasi darat, menuju Kabupaten Poso. Perjalanan ke Poso akan ditempuh sekitar 220 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar lima jam.
Setiba di Kota Poso, mereka nantinya akan bergabung dengan pasukan gabungan Densus 88 Mabes Polri, Polda Sulteng, dan TNI untuk melakukan operasi khusus terkait sejumlah insiden teror dua bulan terakhir.
Aksi kekerasan yang terjadi di Poso diantaranya, penembakan, peledakan bom, dan pembunuhan dua anggota polisi, serta teror bom di Pos Polantas.
Setibanya di bandara, personel elite Polri ini langsung diberangkatkan ke Kabupaten Poso, untuk membantu Densus 88 dalam operasi khusus pengejaran terduga teroris.
Personel Brimob dari Satuan II Pelopor Detasemen B, merupakan rombongan pertama dari dua tahap kedatangan personil Brimob. Usai menerima arahan, personel Brimob ini langsung naik ke bus yang sudah disiapkan.
Selain itu, peralatan persenjataan personel, juga diangkut dengan menggunakan truk milik Polda Sulteng. Pasukan elit ini, akan diberangkatkan lewat transportasi darat, menuju Kabupaten Poso. Perjalanan ke Poso akan ditempuh sekitar 220 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar lima jam.
Setiba di Kota Poso, mereka nantinya akan bergabung dengan pasukan gabungan Densus 88 Mabes Polri, Polda Sulteng, dan TNI untuk melakukan operasi khusus terkait sejumlah insiden teror dua bulan terakhir.
Aksi kekerasan yang terjadi di Poso diantaranya, penembakan, peledakan bom, dan pembunuhan dua anggota polisi, serta teror bom di Pos Polantas.
(san)