Inafis Polda Sulteng olah TKP bom rakitan
Selasa, 30 Oktober 2012 - 20:10 WIB
Inafis Polda Sulteng olah TKP bom rakitan
A
A
A
Sindonews.com - Tim Inafis Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Identifikasi Polres Poso melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan bom rakitan di kawasan kaki Gunung Biru, Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir.
Kegiatan olah TKP itu dilakukan pada Selasa (30/10/2012) siang di sekitar kawasan Gunung Biru Dusun Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir. Karena dari tempat inilah patroli gabungan Brimob dan TNI mengamankan sebuah bom rakitan yang dikemas dalam tupperware seberat 10 kg.
Dari penguraian tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulteng, diketahui material bom terdiri dari detonator, switching anti angkat, power sembilan volt, bahan peledak serbuk putih, pot-pot paku, lensa teropong, lampu led, baterai AA tiga, lem cair, botol obat liducine, batang suntikan, korek api, dan kabel-kabel.
Di lokasi tempat pelaksanaan olah TKP juga ditemukan sebuah pondok yang terbuat dari kayu beratapkan daun rumbia tanpa dinding. Pondok yang berada di tengah hutan itu oleh polisi diduga sebagai tempat pertemuan kelompok teroris yang bersembunyi di kawasan Gunung Biru.
Selain itu, di dalam pondok itu juga ditemukan bekas piring-piring dan gelas, sebuah tas hitam, dan gergaji yang terlihat tergeletak di tanah sekitar pondok.
Bom Rakitan yang ditanam di dalam tanah itu diduga sengaja dipasang untuk menjebak aparat TNI-Polri yang melakukan patroli pencarian kelompok teroris yang berada di kawasan Gunung Biru.
Kegiatan olah TKP itu dilakukan pada Selasa (30/10/2012) siang di sekitar kawasan Gunung Biru Dusun Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir. Karena dari tempat inilah patroli gabungan Brimob dan TNI mengamankan sebuah bom rakitan yang dikemas dalam tupperware seberat 10 kg.
Dari penguraian tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulteng, diketahui material bom terdiri dari detonator, switching anti angkat, power sembilan volt, bahan peledak serbuk putih, pot-pot paku, lensa teropong, lampu led, baterai AA tiga, lem cair, botol obat liducine, batang suntikan, korek api, dan kabel-kabel.
Di lokasi tempat pelaksanaan olah TKP juga ditemukan sebuah pondok yang terbuat dari kayu beratapkan daun rumbia tanpa dinding. Pondok yang berada di tengah hutan itu oleh polisi diduga sebagai tempat pertemuan kelompok teroris yang bersembunyi di kawasan Gunung Biru.
Selain itu, di dalam pondok itu juga ditemukan bekas piring-piring dan gelas, sebuah tas hitam, dan gergaji yang terlihat tergeletak di tanah sekitar pondok.
Bom Rakitan yang ditanam di dalam tanah itu diduga sengaja dipasang untuk menjebak aparat TNI-Polri yang melakukan patroli pencarian kelompok teroris yang berada di kawasan Gunung Biru.
(rsa)