Lacak pelaku, polisi periksa CCTV
Selasa, 30 Oktober 2012 - 15:15 WIB
Lacak pelaku, polisi periksa CCTV
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pemerasan yang dilakukan sopir taksi Prima Jasa dan empat rekannya pada Michelle Widyawati (24), dan Ibunya Erna Widyawati, kini sedang didalami penyidik kepolisian Metro Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto menjelaskan, saat ini Polres Jakarta Selatan mulai berkoordinasi dengan minimarket Alfamart dan Seven Eleven (Sevel) sekitar wilayah kejadian, melalui pelacakan closed-circuit television (CCTV) kedua toko itu.
"Dengan CCTV tersebut, nantinya akan terlihat ciri-ciri pelaku yang ketika mareka meminta korban untuk mengambil ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di dua minimarket tersebut," terangnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Rikwanto menambahkan, saat itu pelaku mengetahui ada kartu ATM di dalam tas milik korban, mereka meminta dan memaksa agar korban menguras uangnya akhirnya mereka mampir ke Alfamart dan Sevel.
Katanya, penyidik akan meminta CCTV tersebut hari ini. Dari keterangan korban, dirinya mengaku tidak mengingat nomor polisi taksi, nomor lambung, identitas pelaku yang tertera di dashboard.
"Hari ini Penyidik akan meminta CCTV kedua minimarket tersebut untuk melacak mengetahui ciri-ciri pelaku." Tambahnya.
Kerugian yang diderita oleh si korban dari ATM mencapai Rp35 juta. Sedangkan, uang tunai senilai Rp3,7 juta, dua BlackBerry, serta cincin dan anting korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto menjelaskan, saat ini Polres Jakarta Selatan mulai berkoordinasi dengan minimarket Alfamart dan Seven Eleven (Sevel) sekitar wilayah kejadian, melalui pelacakan closed-circuit television (CCTV) kedua toko itu.
"Dengan CCTV tersebut, nantinya akan terlihat ciri-ciri pelaku yang ketika mareka meminta korban untuk mengambil ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di dua minimarket tersebut," terangnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Rikwanto menambahkan, saat itu pelaku mengetahui ada kartu ATM di dalam tas milik korban, mereka meminta dan memaksa agar korban menguras uangnya akhirnya mereka mampir ke Alfamart dan Sevel.
Katanya, penyidik akan meminta CCTV tersebut hari ini. Dari keterangan korban, dirinya mengaku tidak mengingat nomor polisi taksi, nomor lambung, identitas pelaku yang tertera di dashboard.
"Hari ini Penyidik akan meminta CCTV kedua minimarket tersebut untuk melacak mengetahui ciri-ciri pelaku." Tambahnya.
Kerugian yang diderita oleh si korban dari ATM mencapai Rp35 juta. Sedangkan, uang tunai senilai Rp3,7 juta, dua BlackBerry, serta cincin dan anting korban.
(mhd)