Sopir taksi gasak harta penumpang
Senin, 29 Oktober 2012 - 16:21 WIB
Sopir taksi gasak harta penumpang
A
A
A
Sindonews.com - Peristiwa kriminal kembali dialami penumpang taksi di Jakarta. Ibu dan anak di Bintaro menderita kerugian uang Rp13 juta serta sejumlah harta bendanya karena diperas sopir taksi Prima Jasa.
Peristiwa pemerasan dialami Michelle Widyawati (24) dan ibunya Erna Widyawati, pada Sabtu 27 Oktober 2012 sekira pukul 22.00 WIB di Jalan Veteran, Bintaro.
Mereka baru melaporkan peristiwa tersebut pada Senin (29/10/2012) siang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Rikwanto mengungkapkan, saat ini polisi telah mengantongi nama perusahaan taksi yang melakukan pemerasan.
"Kita akan segera meminta keterangan dari perusaan taksi soal keberadaan taksi di pool wilayah kejadian, siapa sopirnya, jam keberadaan dan pulangnya," tambah Rikwanto kepada wartawan di ruang kerjangnya, Senin (29/10/2012).
Ia memaparkan, korban pemerasan menderita kerugian uang Rp13 juta lebih, dua smartphone, satu unit Nokia, cincin, anting, dan kalung emas.
Polisi akan terus melacak dan mencari keberadaan keempat pelaku karena sampai saat ini, polisi masih meminta keterangan pada kedua korban. Dan mengkonfirmasi pihak Prima Jasa.
Untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak terulang, Rikwanto mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati memilih angkutan taksi.
"Warga harus mengamati taksi resmi atau tidak, identitas sopir sesuai dengan foto dan namanya, pakai seragam, dan berusaha mengingat nomor polisinya," sarannya.
Peristiwa pemerasan dialami Michelle Widyawati (24) dan ibunya Erna Widyawati, pada Sabtu 27 Oktober 2012 sekira pukul 22.00 WIB di Jalan Veteran, Bintaro.
Mereka baru melaporkan peristiwa tersebut pada Senin (29/10/2012) siang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Rikwanto mengungkapkan, saat ini polisi telah mengantongi nama perusahaan taksi yang melakukan pemerasan.
"Kita akan segera meminta keterangan dari perusaan taksi soal keberadaan taksi di pool wilayah kejadian, siapa sopirnya, jam keberadaan dan pulangnya," tambah Rikwanto kepada wartawan di ruang kerjangnya, Senin (29/10/2012).
Ia memaparkan, korban pemerasan menderita kerugian uang Rp13 juta lebih, dua smartphone, satu unit Nokia, cincin, anting, dan kalung emas.
Polisi akan terus melacak dan mencari keberadaan keempat pelaku karena sampai saat ini, polisi masih meminta keterangan pada kedua korban. Dan mengkonfirmasi pihak Prima Jasa.
Untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak terulang, Rikwanto mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati memilih angkutan taksi.
"Warga harus mengamati taksi resmi atau tidak, identitas sopir sesuai dengan foto dan namanya, pakai seragam, dan berusaha mengingat nomor polisinya," sarannya.
(ysw)