Miskin, keluarga Darto konsumsi nasi aking

Senin, 29 Oktober 2012 - 16:20 WIB
Miskin, keluarga Darto...
Miskin, keluarga Darto konsumsi nasi aking
A A A
Sindonews.com - Karena terjerat kemiskinan, keluarga Darto (58) warga Desa Banjaratma RT 02 RW 05, Kecamatan Bulakamba, Brebes, terpaksa mengkonsumsi nasi aking sejak lima tahun belakangan ini.

Ironisnya, kedua anak Darto tak begitu suka dengan rasa nasi aking, sehingga Darto terpaksa meminta nasi pada tetangganya.

Kehidupan keluarga Darto yang terdiri dari istrinya Radem (48), serta anak-anaknya, Kustoro (32), Wahyudin (14), dan Siti Nur Aisyah (9) jauh dari sejahtera.

Mahalnya harga beras yang mencapai Rp8.000 per kilogram tak mampu dipenuhi buruh serabutan ini. "Kalau ada perintah dari orang lain untuk saya kerjakan, saya bisa dapat hasil. Kalau tidak, ya seperti ini. Nganggur," ujarnya ditemui di rumahnya di Brebes, Senin (29/10/2012).

Mengingat dari pekerjaaan sehari-harinya sebagai buruh tani dan pekerja serabutan, hasilnya belum mampu untuk membeli beras. Apalagi, upah yang diterimanya juga tidak tentu.

Bila sedang ada pekerjaan, setidaknya ia bisa mendapatkan uang Rp25 ribu. Jika tidak ada pekerjaan, maka dirinya hanya mampu membeli nasi aking seharga Rp3.000 per kg.

"Tidak satu bulan penuh saya makan nasi aking. Kalau pas tidak kerja ya makan nasi aking. Kondisi ini sudah berlangsung lima tahun ini," ujarnya.

Nasi aking menjadi solusi bagi keluarganya agar bisa bertahan hidup. Pasangan Darto dan Radem ini sebenarnya memiliki enam anak, dengan tiga anak masih hidup bersamanya, dan lainnya telah berkeluarga dan punya penghasilan sendiri.

Namun, diakuinya, jika kehidupan rumah tangga anaknya juga masih mengalami kekurangan. Praktis, hal itu membuat ia tidak tega untuk minta bantuan kepada anak-anaknya.

Dalam mengonsumsi nasi aking, keluarga ini sebenarnya tidak terlalu doyan. Terutama kedua anaknya yang masih sekolah. Sebab, dari mulut kedua anaknya Wahyudin dan Aisyah kerap mengeluh dengan menu nasi aking.

Menurut Radem, bila anak-anaknya tidak mau makan nasi aking, dirinya terpaksa minta nasi ke tetangga.

"Namanya anak-anak, kan kadang belum merasakan derita keluarga yang sebenarnya," ucap Radem.
(ysw)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
36 menit yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
1 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
3 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
5 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
6 jam yang lalu
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved