Operasional warnet perlu dibatasi

Senin, 29 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Operasional warnet perlu...
Operasional warnet perlu dibatasi
A A A
Sindonews.com - Maraknya usaha warung internet (warnet) di beberapa wilayah mulai menampakkan sisi buruknya.

Sejumlah warga mengeluh dengan jam operasional warnet yang buka 24 jam. Karena tak sedikit anak usia sekolah yang rela bergadang demi memenuhi hobinya bermain game online.

Komisi A DPRD Yogyakarta meminta pemerintah kota (pemkot) setempat membatasi jam buka game online.

Selain ada keluhan dari masyarakat, banyak anak-anak usia sekolah jarang pulang dan setelah dicari ternyata ada di tempat tersebut.

Permintaan ini, juga terkait dengan hasil evaluasi terhadap penegakan peraturan daerah (perda) di kota budaya tersebut.

“Atas kondisi tersebut, kami minta izin jam buka game online ditinjau ulang,” ungkap anggota Komisi A DPRD Yogyakarta Bambang Anjar Jalumurti, di Gedung DPRD Yogyakarta, Senin (29/10)

Bambang menjelaskan, persoalan lain yang perlu diperhatikan oleh pemkot adalah, soal keberadaan warnet dan toko waralaba. Untuk warnet, selain pembatasan jam buka, juga perlu adanya pengawasan dan tindak tegas terhadap warnet yang melanggar ketentuan.

“Sebab untuk warnet ini kami juga banyak menerima laporan, soal warnet yang digunakan untuk tindakan yang melanggar norma susila atau pelecehan seksual,” paparnya.

Sedangkan untuk toko waralaba, selain perlu pembatasan, banyak pendiri toko waralaba yang tidak mengindahkan ketentuan. Seperti jarak dari pasar tradisional yang terlalu dekat maupun di tempat-tempat yang menjadi larangan untuk berdirinya toko waralaba.

Dengan menjamurnya toko waralaba di Yogyakarta, yang terkena imbasnya adalah para pedagang kecil atau pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM).

“Sebenarnya untuk toko waralaba ini sudah ada panitia khusus (pansus), namun kami tidak tahu mengapa hingga sekarang pansus itu tidak dilanjutkan,” jelasnya.

Menurut Bambang sebagai tindaklanjut dari hasil evaluasi terhadap penegakan perda tersebut, Komisi A dalam minggu ini akan memanggil instansi terkait, untuk klarifikasi masalah ini. Salah satunya instansi yang akan dipanggil adalah dinas perizinan dan dinas ketertiban.

“Saat ini kami juga masih melakukan beberapa evaluasi terhadap penegakan perda yang lain, termasuk soal perda reklame,” katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
6 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
8 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
9 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved