Prasasti Gus Dur seberat 8 ton akan dipasang
Minggu, 28 Oktober 2012 - 11:13 WIB
Prasasti Gus Dur seberat 8 ton akan dipasang
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, akan memasang prasasti almarhum mantan Presiden KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur di pintu masukl Jalan Merdeka yang dicanangkan diubah menjadi Jalan KH Abdurahman Wahid.
Bahkan, untuk mensukseskan pemasangan tersebut, prasasti ini seberat delapan Ton terbuat dari batu Andesit.
Sayangnya, pihak Pemkab Jombang masih kebingungan menempatkan prasasti itu. Pasalnya, dengan berat delapan ton membutuhkan kontruksi yang khusus sehingga tetap kokoh berdiri.
"Nanti juga ada pemasangan papan nama Jalan Gus Dur itu. Untuk prasasti memang sudah jadi, tapi kami masih memikirkan kontruksinya agar bisa dipasang di pintu masuk jalan tersebut," kata Kasubbag Kesejahteraan Sosial (Kesos) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Asy'hari kepada wartawan, di Jombang, Minggu (28/10/2012).
Dia menjelaskan, prasasti itu berisikan beberapa tulisan tentang riwayat KH Abdurrahman Wahid. Di antaranya, tempat kelahiran, riwayat organisasi hingga sebagai tokoh pluralisme dan menjadi Presiden ke-IV RI.
Tak hanya itu, dalam parasasti yang berukuran kurang lebih 1,5 Meter itu disertai relief foto Gus Dur. "Prasasti ini dibuat di Trowulan Mojokerto. Perlu kontruksi yang pas untuk menempatkan prasasti ini," ujarnya.
Asy'hari menambahkan, dipasangnya prasasti Gus Dur untuk kepentingan sejarah di masa depan. Dengan adanya prasasti, anak cucu akan mengetahui siapa sebenarnya sosok Gus Dur.
"Nanti agar anak cucu kita mengetahui siapa sosok Gus Dur yang namanya menjadi nama jalan ini," tandasnya.
Bahkan, untuk mensukseskan pemasangan tersebut, prasasti ini seberat delapan Ton terbuat dari batu Andesit.
Sayangnya, pihak Pemkab Jombang masih kebingungan menempatkan prasasti itu. Pasalnya, dengan berat delapan ton membutuhkan kontruksi yang khusus sehingga tetap kokoh berdiri.
"Nanti juga ada pemasangan papan nama Jalan Gus Dur itu. Untuk prasasti memang sudah jadi, tapi kami masih memikirkan kontruksinya agar bisa dipasang di pintu masuk jalan tersebut," kata Kasubbag Kesejahteraan Sosial (Kesos) Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Asy'hari kepada wartawan, di Jombang, Minggu (28/10/2012).
Dia menjelaskan, prasasti itu berisikan beberapa tulisan tentang riwayat KH Abdurrahman Wahid. Di antaranya, tempat kelahiran, riwayat organisasi hingga sebagai tokoh pluralisme dan menjadi Presiden ke-IV RI.
Tak hanya itu, dalam parasasti yang berukuran kurang lebih 1,5 Meter itu disertai relief foto Gus Dur. "Prasasti ini dibuat di Trowulan Mojokerto. Perlu kontruksi yang pas untuk menempatkan prasasti ini," ujarnya.
Asy'hari menambahkan, dipasangnya prasasti Gus Dur untuk kepentingan sejarah di masa depan. Dengan adanya prasasti, anak cucu akan mengetahui siapa sebenarnya sosok Gus Dur.
"Nanti agar anak cucu kita mengetahui siapa sosok Gus Dur yang namanya menjadi nama jalan ini," tandasnya.
(mhd)