Serangan terhadap Ahmadiyah, Bandung terusik

Sabtu, 27 Oktober 2012 - 20:04 WIB
Serangan terhadap Ahmadiyah,...
Serangan terhadap Ahmadiyah, Bandung terusik
A A A
Sindonews.com - Penyerangan massa Front Pembela Islam (FPI) Bandung Raya terhadap mesjid jemaat Ahmadiyah, Mesjid An Nasir, di Gang H Sapari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar beberapa waktu lalu disesalkan Forum Silaturahmi Ormas Islam (FSOI).

Ketua FSOI Syaiful Abdullah menyatakan, selama ini Kota Bandung dikenal sebagai kota plural sebagai rumah bersama umat beragama. Namun malam takbiran lalu anggota FPI menghancurkan kaca dan merusak gerbang mesjid.

“Kami merasa prihatin Bandung sebagai kota agamis, rumah bersama umat Islam. Bandung juga kota plural karena di sini umat Islam hidup bersama bergandengan dengan umat lain untuk menjaga kondusivitas bersama. Lalu terusik dengan kejadian yang menimpa Ahmadiyah, yang (secara keyakinan) mungkin berbeda dengan kita,” kata Syaiful, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/10/2012).

FSOI yang diikuti tokoh agama dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dewan Masjid Indonesia, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Serikat Islam (SI), dan organisasi keagamaan lainnya.

Kata Syaiful, yang perlu disikapi dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi dan sikap saling menghormati.

“Bisa enggak yang beda itu saling menghormati? Itu perlu pencerahan agar yang beda bisa toleransi. Dan saya yakin di Bandung bisa. Tapi hari ini terjadi (pengrusakan masjid Ahmadiyah),” sesalnya.

Dia khawatir, dengan kejadian pengrusakan terhadap masjid Ahmadiyah malah akan membuat Bandung bergolak, hingga dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan. Maka dia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali di Bandung. Memang antara Islam dan Ahmadiyah memiliki sejumlah perbedaan, terutama dari segi fikih.

Di sisi lain, perbedaan tidak hanya dimiliki Ahmadiyah saja, tetapi di kelompok Islam sendiri ada perbedaan. Misalnya perbedaan yang ada di kalangan NU dan Muhamadiyah, atau di kalangan ahlusunah waljamaah dengan muslim Syiah.

Lanjut Syaiful, namun perbedaan yang ada di Ahmadiyah tersebut tentunya tidak harus disikapi dengan kekerasan. Dia berharap meski berbeda tetap ada upaya bergandengan tangan lewat dialog yang mengedepankan nalar dan toleransi.

“Yang diharapkan untuk Bandung agamis mari kita bergandengan tangan, mari diskusi. Saya juga sering komunikasi dengan Syiah, di mana bedanya di mana samanya. Saya pernah ikut salat di kedutaan Iran Jakarta. Saya Islam, anda Islam, ya sudah berarti my brother. Bisa enggak saling menghormati, itulah yang indah dari Bhineka Tunggal Ika di Indonesia ini,” tuturnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pria Ahmadiyah Ditembak...
Pria Ahmadiyah Ditembak Mati dari Jarak Sangat Dekat di Pakistan
Ambil Alih Masjid Ahmadiyah...
Ambil Alih Masjid Ahmadiyah di Sintang, Kemenag Fungsikan untuk Seluruh Umat Islam
Pandangan Islam Terhadap...
Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah
DPR RI Minta Masyarakat...
DPR RI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Penyerangan Masjid Ahmadiyah. Selengkapnya di iNews Sore
Ahmadiyah: Kisah Mirza...
Ahmadiyah: Kisah Mirza Ghulam Ahmad Melarang Muslim Jihad Melawan Penjajah Inggris
Kemenag Minta Rumah...
Kemenag Minta Rumah Ibadah JAI Tetap Difungsikan sebagai Masjid
Berita Terkini
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
9 menit yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
1 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
1 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
2 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
3 jam yang lalu
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
4 jam yang lalu
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved