Warga Dusun Tamanjeka bantah daerahnya sarang teroris
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 11:05 WIB
Warga Dusun Tamanjeka bantah daerahnya sarang teroris
A
A
A
Sindonews.com - Warga Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) membantah anggapan yang menyebut desa mereka adalah basis dari kelompok teroris yang selama ini beroperasi di Poso.
Tokoh masyarakat Dusun Tamanjeka, Syamsul mengatakan, dirinya bersama anggota masyarakat lain selama ini tidak pernah melihat hal-hal mencurigakan terkait aktivitas kelompok teroris di desanya.
"Kami tidak pernah melihat aktivitas yang mencurigakan, dan tidak pernah melihat ada orang asing masuk ke desa kami untuk memanfaatkan situasi di sini," katanya saat ditemui di Dusun Tamanjeka, Poso, Sulteng, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, tingginya mobilitas anggota Polri dan TNI di desanya belakangan, membuat masyarakat desa ketakutan. Pasalnya, warga Dusun Tamanjeka selama ini tidak pernah bersentuhan langsung dengan aparat keamanan dalam jumlah besar.
Tamanjeka sendiri merupakan sebuah dusun yang terletak di kaki Gunung Biru kini yang belakangan sering dikaitkan dengan sejumlah peristiwa teror, dan kekerasan yang terjadi di Poso, Sulteng.
Dusun yang dihuni sekira 60 keluarga ini merupakan bagian dari Desa Masani di Kecamatan Poso Pesisir. Untuk sampai Dusun Tamanjeka, anggota Polri dan TNI harus melalui jalan produksi yang rusak parah. Kondisi daerah yang terisolir inilah yang kemudian diduga dijadikan alasan dari kelompok teroris memilihnya sebagai basis pergerakannya.
Saat ini, Dusun Tamanjeka dijaga ketat oleh personel gabungan dari TNI-Polri. Dari situ juga personel gabungan itu memantau situasi di Gunung Biru yang diduga sebagai tempat kelompok teroris berada.
Seperti diketahui, pada Kamis 25 Oktober 2012 lalu Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana mengungkapkan, pihaknya bersama personel TNI AD dari Batalyon 714 Sintuwu Marosso akan melaksanakan operasi khusus yang terbagi atas operasi penegakan hukum, dan operasi pengamanan kewilayahan.
Namun, dia masih merahasiakan waktu dari pelaksanaan operasi khusus itu. Diperkirakan, operasi itu akan melibatkan setidaknya 650 personel Polri, dan 300 personel TNI AD.
Tokoh masyarakat Dusun Tamanjeka, Syamsul mengatakan, dirinya bersama anggota masyarakat lain selama ini tidak pernah melihat hal-hal mencurigakan terkait aktivitas kelompok teroris di desanya.
"Kami tidak pernah melihat aktivitas yang mencurigakan, dan tidak pernah melihat ada orang asing masuk ke desa kami untuk memanfaatkan situasi di sini," katanya saat ditemui di Dusun Tamanjeka, Poso, Sulteng, Sabtu (27/10/2012).
Dia mengungkapkan, tingginya mobilitas anggota Polri dan TNI di desanya belakangan, membuat masyarakat desa ketakutan. Pasalnya, warga Dusun Tamanjeka selama ini tidak pernah bersentuhan langsung dengan aparat keamanan dalam jumlah besar.
Tamanjeka sendiri merupakan sebuah dusun yang terletak di kaki Gunung Biru kini yang belakangan sering dikaitkan dengan sejumlah peristiwa teror, dan kekerasan yang terjadi di Poso, Sulteng.
Dusun yang dihuni sekira 60 keluarga ini merupakan bagian dari Desa Masani di Kecamatan Poso Pesisir. Untuk sampai Dusun Tamanjeka, anggota Polri dan TNI harus melalui jalan produksi yang rusak parah. Kondisi daerah yang terisolir inilah yang kemudian diduga dijadikan alasan dari kelompok teroris memilihnya sebagai basis pergerakannya.
Saat ini, Dusun Tamanjeka dijaga ketat oleh personel gabungan dari TNI-Polri. Dari situ juga personel gabungan itu memantau situasi di Gunung Biru yang diduga sebagai tempat kelompok teroris berada.
Seperti diketahui, pada Kamis 25 Oktober 2012 lalu Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana mengungkapkan, pihaknya bersama personel TNI AD dari Batalyon 714 Sintuwu Marosso akan melaksanakan operasi khusus yang terbagi atas operasi penegakan hukum, dan operasi pengamanan kewilayahan.
Namun, dia masih merahasiakan waktu dari pelaksanaan operasi khusus itu. Diperkirakan, operasi itu akan melibatkan setidaknya 650 personel Polri, dan 300 personel TNI AD.
(lil)