Mahakarya Borobudur diramaikan 170 penari
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 00:02 WIB
Mahakarya Borobudur diramaikan 170 penari
A
A
A
Sindonews.com - Pagelaran Sendratari Mahakarya Borobudur yang akan berlangsung 27 Oktober 2012 pukul 20.00 akan diwarnai dengan penampilan 170 penari. Upaya pengenalan kekayaan seni budaya masyarakat Borobudur ini dihelat di komplek Candi Borobudur, Magelang.
Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Bambang Irianto mengatakan, pementasan kolosal ini melibatkan 90 persen seniman tari lokal Magelang, dan 10 persen dari penari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
"Kami terus melakukan peningkatan kualitas kesenian tradisional di wilayah Borobudur dengan menggandeng sejumlah pihak, yang kali ini ISI surakarta," ungkap Bambang menjelaskan kepada wartawan, Kamis (25/10/2012).
Selain itu, penari lokal yang terpilih juga sudah dibekali melalui pelatihan langsung dari maestro tari Borobudur Art Centre.
"Meskipun mayoritas penari lokal, tapi kami sudah mempertimbangkan jika kualitasnya sangat tinggi," lanjutnya.
Untuk itu, dipastikan pagelaran Sendratari Mahakarya Borobudur yang ke-18 ini akan memberikan nuansa yang berbeda. Sekira 500 kursi penonton telah disiapkan. Masing-masing terbagi menjadi tiga kelompok. Yakni kelas platinum Rp800 ribu, kelas Gold Rp600 ribu, kelas festival Rp300 ribu, dan kelas pelajar/mahasiswa Rp50 ribu.
"Tapi kami juga menyiapkan tempat duduk cadangan jika itu dibutuhkan," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TWCBPRB, Purnomo Siswoprasetjo menyampaikan atraksi rutin Sendratari Mahakarya Borobudur ini akan menjadi embrio bagi tumbuh berkembangnya seni budaya di kawasan Borobudur.
"Sehingga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di kawasan Candi Borobudur," tandasnya.
Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Bambang Irianto mengatakan, pementasan kolosal ini melibatkan 90 persen seniman tari lokal Magelang, dan 10 persen dari penari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
"Kami terus melakukan peningkatan kualitas kesenian tradisional di wilayah Borobudur dengan menggandeng sejumlah pihak, yang kali ini ISI surakarta," ungkap Bambang menjelaskan kepada wartawan, Kamis (25/10/2012).
Selain itu, penari lokal yang terpilih juga sudah dibekali melalui pelatihan langsung dari maestro tari Borobudur Art Centre.
"Meskipun mayoritas penari lokal, tapi kami sudah mempertimbangkan jika kualitasnya sangat tinggi," lanjutnya.
Untuk itu, dipastikan pagelaran Sendratari Mahakarya Borobudur yang ke-18 ini akan memberikan nuansa yang berbeda. Sekira 500 kursi penonton telah disiapkan. Masing-masing terbagi menjadi tiga kelompok. Yakni kelas platinum Rp800 ribu, kelas Gold Rp600 ribu, kelas festival Rp300 ribu, dan kelas pelajar/mahasiswa Rp50 ribu.
"Tapi kami juga menyiapkan tempat duduk cadangan jika itu dibutuhkan," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TWCBPRB, Purnomo Siswoprasetjo menyampaikan atraksi rutin Sendratari Mahakarya Borobudur ini akan menjadi embrio bagi tumbuh berkembangnya seni budaya di kawasan Borobudur.
"Sehingga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di kawasan Candi Borobudur," tandasnya.
(azh)