Musim hujan, warga diimbau waspada DBD
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:55 WIB
Musim hujan, warga diimbau waspada DBD
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kasi Imunisasi Surveilan dan Matra Dinkes Majalengka, Ida Heri mengatakan, musim penghujan dinilai sangat rawan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu.
“Dari data Dinkes, pada 2011 tercatat 138 kasus dan 2012 tercatat 79 kasus DBD, satu meninggal. Pergantian musim kemarau ke penghujan, merupakan momentum kasus DBD meningkat,” kata Ida kepada wartawan, di Majalengka, Rabu (24/10/2012).
Ida menuturkan, pihaknya akan mengantispasi meningkatnya jumlah kasus DBD. Karena itu, perlu peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai pengembangbiakan nyamuk tersebut.
“Upaya yang paling tepat untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes aegypti adalah dengan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Sedangkan fogging, itu hanya membunuh nyamuknya saja, telur dan jentiknya masih tetap bertahan,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, Majalengka bagian utara merupakan daerah rawan kasus DBD. Beberapa kecamatan yang dinilai rawan DBD, yakni Kecamatan Sumberjaya, Leuwimunding, Jatiwangi dan Kecamatan Ligung.
“Ini diduga dipicu dari banyaknya potensi genangan air di daerah itu,” tandasnya.
Kasi Imunisasi Surveilan dan Matra Dinkes Majalengka, Ida Heri mengatakan, musim penghujan dinilai sangat rawan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu.
“Dari data Dinkes, pada 2011 tercatat 138 kasus dan 2012 tercatat 79 kasus DBD, satu meninggal. Pergantian musim kemarau ke penghujan, merupakan momentum kasus DBD meningkat,” kata Ida kepada wartawan, di Majalengka, Rabu (24/10/2012).
Ida menuturkan, pihaknya akan mengantispasi meningkatnya jumlah kasus DBD. Karena itu, perlu peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai pengembangbiakan nyamuk tersebut.
“Upaya yang paling tepat untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes aegypti adalah dengan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Sedangkan fogging, itu hanya membunuh nyamuknya saja, telur dan jentiknya masih tetap bertahan,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, Majalengka bagian utara merupakan daerah rawan kasus DBD. Beberapa kecamatan yang dinilai rawan DBD, yakni Kecamatan Sumberjaya, Leuwimunding, Jatiwangi dan Kecamatan Ligung.
“Ini diduga dipicu dari banyaknya potensi genangan air di daerah itu,” tandasnya.
(maf)