Pertemuan BEM cukup untuk bangun 3 Gedung SD
Selasa, 23 Oktober 2012 - 06:32 WIB
Pertemuan BEM cukup untuk bangun 3 Gedung SD
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Temu Aktivis Lintas Generasi Jeppri F Silalahi menilai, posisi mahasiswa saat ini sudah beda haluan dan lebih memilih untuk dekat dengan pemerintah, ketimbang jadi oposisi yang melakukan kontrol. Idealisme gerakan mahasiswa pun sirna, gerakan moral mati suri, karena sudah terbeli.
"Hal ini bisa dilihat dengan acara rekonsiliasi BEM Nusantara dan BEM-SI yang diselenggarakan di Jakarta, dihadiri 300 kampus. Menariknya, para mahasiswa yang kerap mengkritisi pola hidup mewah dan pemborosan anggaran para pejabat negara ini, ternyata tidak jauh beda prilakunya," ujar Jefri saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (23/10/2012).
Mantan aktivis Forkot ini menambahkan, utk pertemuan tersebut yang diperkirakan dihadiri 300 kampus, peserta tiap kampus rata-rata terdiri dari 5 orang (ketua, sekretaris, bendahara dan 2 ketua bidang) akan berjumlah 1.500 orang.
"Jika rata-rata tiap orang diperkirakan habiskan biaya transpotasi, konsumsi dan akomodasi sekitar Rp2 juta untuk 3 hari, maka total biaya pertemuan sekitar Rp3 Milyar atau senilai tiga gedung SD baru. Itu masih di luar kebutuhan lain seperti foto copy, ruang pertemuan, dan lain-lain," terangnya.
Menurutnya, diusia pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ke delapan tahun ini, baiknya mahasiswa melakukan kritik atas semua program dan kebijakan yang telah ditelurkan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat. Bukan justru ikut merapat dan mencoba rasa kue kekuasaan.
"Hal ini bisa dilihat dengan acara rekonsiliasi BEM Nusantara dan BEM-SI yang diselenggarakan di Jakarta, dihadiri 300 kampus. Menariknya, para mahasiswa yang kerap mengkritisi pola hidup mewah dan pemborosan anggaran para pejabat negara ini, ternyata tidak jauh beda prilakunya," ujar Jefri saat berbincang dengan Sindonews, Selasa (23/10/2012).
Mantan aktivis Forkot ini menambahkan, utk pertemuan tersebut yang diperkirakan dihadiri 300 kampus, peserta tiap kampus rata-rata terdiri dari 5 orang (ketua, sekretaris, bendahara dan 2 ketua bidang) akan berjumlah 1.500 orang.
"Jika rata-rata tiap orang diperkirakan habiskan biaya transpotasi, konsumsi dan akomodasi sekitar Rp2 juta untuk 3 hari, maka total biaya pertemuan sekitar Rp3 Milyar atau senilai tiga gedung SD baru. Itu masih di luar kebutuhan lain seperti foto copy, ruang pertemuan, dan lain-lain," terangnya.
Menurutnya, diusia pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ke delapan tahun ini, baiknya mahasiswa melakukan kritik atas semua program dan kebijakan yang telah ditelurkan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat. Bukan justru ikut merapat dan mencoba rasa kue kekuasaan.
(san)