Bom di Poso diledakkan pakai HP
Selasa, 23 Oktober 2012 - 04:49 WIB
Bom di Poso diledakkan pakai HP
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan bom yang menyebabkan dua orang terluka di Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin pagi 22 Oktober 2012 diduga merupakan bom yang dipicu dengan telepon genggam. Hal itu terungkap berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga berhasil menemukan material bom, seperti benda berupa badan rangkaian dan LCD handphone yang sudah terurai. Tak hanya LCD, petugas berhasil menemukan PBC telepon genggam.
Penggunaan teknologi handphone untuk meledakkan bom di pos lalu lintas itu, menyebabkan bom meledak disaat petugas polisi lalu lintas tiba di lokasi.
Selain material telepon genggam, petugas juga dilaporkan menemukan material bom berupa potongan potongan paku dan potongan besi yang serupa dengan ledakan bom di Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, pada 10 Oktober 2012 silam.
Tak hanya itu, petugas juga dilaporkan menemukan material lainnya, berupa lakban berwarna coklat dan plastik untuk bahan kemasan minuman bersoda.
Kegiatan olah TKP di Poso oleh Tim Inafis Polda Sulawesi Tengah dan identifikasi Polres Poso itu, rencananya akan dilanjutkan kembali pada pagi ini, Selasa 23 Oktober 2012. Rencananya, identifikasi dilakukan tim dari pusat laboratorium forensik Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menyatakan, ledakan bom di Poso merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat kepolisian yang kini sedang melakukan pencarian pelaku dari pembunuhan dua polisi disekitar wilayah Dusun Uweralulu dan Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir.
Sementara itu, situasi di Poso sampai saat ini tetap terpantau aman. Warga tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa.
Selain itu, petugas juga berhasil menemukan material bom, seperti benda berupa badan rangkaian dan LCD handphone yang sudah terurai. Tak hanya LCD, petugas berhasil menemukan PBC telepon genggam.
Penggunaan teknologi handphone untuk meledakkan bom di pos lalu lintas itu, menyebabkan bom meledak disaat petugas polisi lalu lintas tiba di lokasi.
Selain material telepon genggam, petugas juga dilaporkan menemukan material bom berupa potongan potongan paku dan potongan besi yang serupa dengan ledakan bom di Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, pada 10 Oktober 2012 silam.
Tak hanya itu, petugas juga dilaporkan menemukan material lainnya, berupa lakban berwarna coklat dan plastik untuk bahan kemasan minuman bersoda.
Kegiatan olah TKP di Poso oleh Tim Inafis Polda Sulawesi Tengah dan identifikasi Polres Poso itu, rencananya akan dilanjutkan kembali pada pagi ini, Selasa 23 Oktober 2012. Rencananya, identifikasi dilakukan tim dari pusat laboratorium forensik Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Kapolres Poso AKBP Eko Santoso menyatakan, ledakan bom di Poso merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat kepolisian yang kini sedang melakukan pencarian pelaku dari pembunuhan dua polisi disekitar wilayah Dusun Uweralulu dan Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir.
Sementara itu, situasi di Poso sampai saat ini tetap terpantau aman. Warga tetap menjalankan aktifitasnya seperti biasa.
(san)