Festival Sriwijaya, Malaysia tampilkan budaya keroncong
Minggu, 21 Oktober 2012 - 00:02 WIB
Festival Sriwijaya, Malaysia tampilkan budaya keroncong
A
A
A
Sindonews.com – Hari kelima pagelaran seni dan budaya Festival Sriwijaya XX dan Lahat Expo, sejumlah perwakilan provinsi masih tetap menunjukkan kebolehan masing masing kesenian mereka. Tim Kesenian Kabupaten Lahat serta negara tetangga, Malaysia juga memperlihat kemampuan mereka dalam menyanyi, menari serta pertunjukkan drama.
Ada yang menarik saat Tim Kesenian Negeri Jiran ini tampil. Seni budaya khas Indonesia, Keroncong yang dikemas dalam bentuk sendratari tampak dibawakan oleh para penari-penari yang lemah gemulai. Ratusan masyarakat Kabupaten Lahat yang memang memadati Lapangan Eks MTQ Seganti Setungguan tampak terpukai melihat penampilah tim kesenian Malaysia yang menyuguhkan kesenian kombinasi budaya Melayu, India, dan Cina.
Tim kesenian negeri melayu ini, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan penari yang diiringi musik khas melayu. Selama satu jam penuh, para penari dengan lincah meliuk-liukkan badan mereka di atas panggung. Iringan musik melayu yang kental, tak pernah berhenti mengiringi para penari tersebut.
Salah seorang tim Kesenian Malaysia, Nurhidayah mengaku jika budaya keroncong yang memang mudah dan enak di telinga menjadi daya tarik tersendiri bagi Malaysia untuk dikembangkan menjadi sebuah tarian tradisional. Hanya saja saat disinggung mengenai banyaknya prokontra mengenai kepemilikan sah musik tradisional Indonesia tersebut, Nur hanya tersenyum.
“Pokoknya kita hanya tampil dan memberikan penampilan terbaik bagi masyarakat Indonesia dan Lahat,” ujarnya dengan logat kental Melayu, Sabtu 20 Oktober 2012.
Dalam Festival Sriwijaya ini, selain Malaysia, sebelumnya turut tampil beberapa kesenian daerah seperti utusan dari Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Musi Rawas, serta tuan rumah Festival Sriwijaya sendiri yakni Kabupaten Lahat. Sebagai tuan rumah, tim kesenian Seganti Setungguan tampil sebagai penampil penutup pada gelaran tahunan tersebut.
“Pelaksanaan penutupan festival rencananya akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada Minggu (21/10/2012) malam. Penutupan Festival Sriwijaya XX juga akan dimeriahkan penampilan dari band legendary Indonesia, GodBless,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lahat, Fauzan K Denin terpisah.
Ada yang menarik saat Tim Kesenian Negeri Jiran ini tampil. Seni budaya khas Indonesia, Keroncong yang dikemas dalam bentuk sendratari tampak dibawakan oleh para penari-penari yang lemah gemulai. Ratusan masyarakat Kabupaten Lahat yang memang memadati Lapangan Eks MTQ Seganti Setungguan tampak terpukai melihat penampilah tim kesenian Malaysia yang menyuguhkan kesenian kombinasi budaya Melayu, India, dan Cina.
Tim kesenian negeri melayu ini, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan penari yang diiringi musik khas melayu. Selama satu jam penuh, para penari dengan lincah meliuk-liukkan badan mereka di atas panggung. Iringan musik melayu yang kental, tak pernah berhenti mengiringi para penari tersebut.
Salah seorang tim Kesenian Malaysia, Nurhidayah mengaku jika budaya keroncong yang memang mudah dan enak di telinga menjadi daya tarik tersendiri bagi Malaysia untuk dikembangkan menjadi sebuah tarian tradisional. Hanya saja saat disinggung mengenai banyaknya prokontra mengenai kepemilikan sah musik tradisional Indonesia tersebut, Nur hanya tersenyum.
“Pokoknya kita hanya tampil dan memberikan penampilan terbaik bagi masyarakat Indonesia dan Lahat,” ujarnya dengan logat kental Melayu, Sabtu 20 Oktober 2012.
Dalam Festival Sriwijaya ini, selain Malaysia, sebelumnya turut tampil beberapa kesenian daerah seperti utusan dari Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Musi Rawas, serta tuan rumah Festival Sriwijaya sendiri yakni Kabupaten Lahat. Sebagai tuan rumah, tim kesenian Seganti Setungguan tampil sebagai penampil penutup pada gelaran tahunan tersebut.
“Pelaksanaan penutupan festival rencananya akan ditutup secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pada Minggu (21/10/2012) malam. Penutupan Festival Sriwijaya XX juga akan dimeriahkan penampilan dari band legendary Indonesia, GodBless,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lahat, Fauzan K Denin terpisah.
(azh)