Wabup kesal, Puskesmas kurang promosikan ASI
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 03:10 WIB
Wabup kesal, Puskesmas kurang promosikan ASI
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Bupati Luwu Utara Indah Putri Putri Indriani mengaku kesal karena masih banyak Puskesmas di daerah ini yang tidak memiliki promosi kesehatan, khususnya ajakan memberikan ASI kepada anak.
"Saya menemukan ada beberapa puskesmas yang saya kunjungi tidak memiliki promosi tentang ajakan memberikan ASI," kata Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ketika memberikan sambutan pada pembukaan Forum Discusion Group (FGD) di ruang rapat Wakil Bupati Luwu Utara, JUmat 19 Oktober 2012.
Dalam kesempatan tersebut, dia meminta Kepala Bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan koordinasi dengan kepala Puskesmas yang belum memiliki alat promosi.
"Ini merupakan kekeliruan yang harus segera di perbaiki dalam rangka mengurangi tingkat kematian ibu dan anak di daerah ini," katanya.
Kendati diakui, data yang diterima tahun ini terjadi penurunan yang signifikan angka kematian ibu dan anak. Namun, bukan berarti harus berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Apalagi kata Indah, dengan masuknya USAID Kinerja membantu memberikan proses penyadaran akan pentingnya memberikan ASI anak sejak lahir hingga 6 bulan.
"UU menjamin anak mulai lahir hingga 6 bulan harus diberikan ASI eksklusif, sehingga tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI kepada anaknya," paparnya.
"Saya menemukan ada beberapa puskesmas yang saya kunjungi tidak memiliki promosi tentang ajakan memberikan ASI," kata Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani ketika memberikan sambutan pada pembukaan Forum Discusion Group (FGD) di ruang rapat Wakil Bupati Luwu Utara, JUmat 19 Oktober 2012.
Dalam kesempatan tersebut, dia meminta Kepala Bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan koordinasi dengan kepala Puskesmas yang belum memiliki alat promosi.
"Ini merupakan kekeliruan yang harus segera di perbaiki dalam rangka mengurangi tingkat kematian ibu dan anak di daerah ini," katanya.
Kendati diakui, data yang diterima tahun ini terjadi penurunan yang signifikan angka kematian ibu dan anak. Namun, bukan berarti harus berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Apalagi kata Indah, dengan masuknya USAID Kinerja membantu memberikan proses penyadaran akan pentingnya memberikan ASI anak sejak lahir hingga 6 bulan.
"UU menjamin anak mulai lahir hingga 6 bulan harus diberikan ASI eksklusif, sehingga tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI kepada anaknya," paparnya.
(ysw)