Cilaki Bandung mencekam, penjagaan diperketat
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 18:49 WIB
Cilaki Bandung mencekam, penjagaan diperketat
A
A
A
Sindonews.com - Imbas dari bentrok dua kelompok orang Papua di Asrama Papua, sepanjang Jalan Cilaki ditutup pihak kepolisian. Hal tersebut menyusul permintaan kedua belah pihak massa yang meminta polisi menjauh dari halaman asrama sejauh 50 meter.
Polisi membantah, jika dinilai takut dengan ancaman pihak yang bertikai. menurut kepolisian, hal itu ditempuh untuk menghindari bentrokan terbuka lanjutan.
"Bukan mundur, tapi kita mengamankan yang lain jangan sampai berhadapan. Mereka juga sedang emosi melihat rekannya jadi korban," jelas Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Dani Kustoni dilokasi kejadian, Jumat (19/10/2012).
Penutupan jalan dilakukan kepolisian mulai pukul 13.30 WIB. Hingga pukul 16.30 WIB jalan masih ditutup dan dialihkan menuju Jalan Ciliwung.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian mengerahkan 100 personel dari semua satuan untuk berjaga-jaga.
Dari pantauan di lokasi, rekan korban yang emosi melampiaskan emosinya dengan merusak Asrama Papua. Bahkan, seluruh kaca jendela dan pintu hancur dipukul benda tumpul.
Sempat terjadi insiden antara massa yang tidak terima disorot oleh kamera wartawan. Salah seorang massa bahkan sempat mengejar wartawan, namun berhasil dapat dicegah oleh massa lainnya.
Kejadin pengejaran tersebut terjadi berulang-ulang, terutama saat wartawan media elektronik mendekat ke asrama untuk mengabadikan gambar.
Polisi membantah, jika dinilai takut dengan ancaman pihak yang bertikai. menurut kepolisian, hal itu ditempuh untuk menghindari bentrokan terbuka lanjutan.
"Bukan mundur, tapi kita mengamankan yang lain jangan sampai berhadapan. Mereka juga sedang emosi melihat rekannya jadi korban," jelas Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Dani Kustoni dilokasi kejadian, Jumat (19/10/2012).
Penutupan jalan dilakukan kepolisian mulai pukul 13.30 WIB. Hingga pukul 16.30 WIB jalan masih ditutup dan dialihkan menuju Jalan Ciliwung.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian mengerahkan 100 personel dari semua satuan untuk berjaga-jaga.
Dari pantauan di lokasi, rekan korban yang emosi melampiaskan emosinya dengan merusak Asrama Papua. Bahkan, seluruh kaca jendela dan pintu hancur dipukul benda tumpul.
Sempat terjadi insiden antara massa yang tidak terima disorot oleh kamera wartawan. Salah seorang massa bahkan sempat mengejar wartawan, namun berhasil dapat dicegah oleh massa lainnya.
Kejadin pengejaran tersebut terjadi berulang-ulang, terutama saat wartawan media elektronik mendekat ke asrama untuk mengabadikan gambar.
(rsa)