RSKO identifikasi zat di tubuh Novie
Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:06 WIB
RSKO identifikasi zat di tubuh Novie
A
A
A
Sindonews.com - Novie Amalia, pengemudi Honda Jazz B 1864 POP yang menabrak tujuh orang di kawasan Taman Sari akibat narkoba kini dalam perawatan dokter di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur.
Sejak masuk ke rumah sakit khusus menangani orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, akibat pengaruh zat adiktif atau gangguan jiwa lain, Novie diperiksa di IGD terlebih dahulu.
"Tiba di rumah sakit, yang bersangkutan langsung diperiksa di IGD, setelah itu tim dokter langsung mengevaluasi keadaannya," jelas Direktur RSKO Cibubur Laurentius Panggabean, di ruang kerjanya, Kamis (18/10/2012).
Tim dokter akan mengindentifikasi zat yang ada dalam tubuh Novie, setelah itu akan diambil langkah penanganan sesuai yang dibutuhkannya secara individu.
Pihaknya, belum bisa menyimpulkan apakah Novie menderita depresi berat. Sebab, mengidentifikasi kejiwaan seseorang tidak mudah. Namun melihat kondisi Novie, kemungkinan mengarah pada depresi.
"Pihak kami akan memeriksa setiap pasien, merehabilitasi, dan mengadakan pemulihan kepada pasien sesuai dengan tingkat ketergantungan pasien terhadap narkoba," jelasnya.
Sejak masuk ke rumah sakit khusus menangani orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, akibat pengaruh zat adiktif atau gangguan jiwa lain, Novie diperiksa di IGD terlebih dahulu.
"Tiba di rumah sakit, yang bersangkutan langsung diperiksa di IGD, setelah itu tim dokter langsung mengevaluasi keadaannya," jelas Direktur RSKO Cibubur Laurentius Panggabean, di ruang kerjanya, Kamis (18/10/2012).
Tim dokter akan mengindentifikasi zat yang ada dalam tubuh Novie, setelah itu akan diambil langkah penanganan sesuai yang dibutuhkannya secara individu.
Pihaknya, belum bisa menyimpulkan apakah Novie menderita depresi berat. Sebab, mengidentifikasi kejiwaan seseorang tidak mudah. Namun melihat kondisi Novie, kemungkinan mengarah pada depresi.
"Pihak kami akan memeriksa setiap pasien, merehabilitasi, dan mengadakan pemulihan kepada pasien sesuai dengan tingkat ketergantungan pasien terhadap narkoba," jelasnya.
(lns)