Rektor UNM terancam dicopot
Minggu, 14 Oktober 2012 - 07:25 WIB
Rektor UNM terancam dicopot
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menurunkan tim selama dua minggu untuk mengumpulkan bukti-bukti terjadinya tawuran yang menyebabkan dua mahasiswanya tewas. Jika nantinya bukti tersebut terkait kelalaian kampus bisa jadi rektornya langsung dicopot.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, khusus untuk Universitas Negeri Makassar (UNM) tim yang dipimpin Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) akan turun ke lapangan selama dua minggu kedepan untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Siapa yang terbukti lalai sehingga tawuran kemarin menelan korban maka akan dijatuhkan sanksi. Dia menyatakan semua opsi dibuka untuk sanksi karena ketegasan merupakan pintu untuk menekan supaya ini tidak berulang.
Bagi pimpinan UNM, jelasnya, karena Surat Keputusan (SK) Pengangkatan rektor berada dibawah menteri maka penurunan jabatan dapat dilakukan.
"Bisa juga rektor dimutasi," tegasnya usai memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Hatta-Sjahrir di Banda Neira, Maluku, Sabtu 13 Oktober 2012.
Namun jika sanksi yang dijatuhkan hanya sebatas kepada dekan maka rektor yang memimpin pemberhentian dekan tersebut. Sanksi juga akan diberikan kepada institusinya. Opsi yang akan dijatuhkan ialah penutupan program studi karena izin membuka program studi pun ada di Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).
"Kami ingin memotong budaya tawuran di kampus. Jika dua tahun program studi itu ditutup maka tidak ada kaderisasi mahasiswa yang melanjutkan tawuran sembari kami melakukan pembinaan," terangnya.
Meski nantinya akan menurunkan daya tampung, Nuh menambahkan, lebih baik menghindari memasukkan anak ke kampus yang sudah kita tahu jelek akibatnya dibanding dengan menutup itu.
"Toh mereka dapat dialihkan ke program studi lain," katanya.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa Fakultas Seni dan Teknik UNM terlibat bentrok di kampus mereka. Saat korban luka-luka mendapat perawatan di RS Haji Makassar, kedua kubu kembali terlibat bentrok yang menyebabkan dua mahasiswa Fakultas Teknik tewas ditikam.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, khusus untuk Universitas Negeri Makassar (UNM) tim yang dipimpin Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) akan turun ke lapangan selama dua minggu kedepan untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Siapa yang terbukti lalai sehingga tawuran kemarin menelan korban maka akan dijatuhkan sanksi. Dia menyatakan semua opsi dibuka untuk sanksi karena ketegasan merupakan pintu untuk menekan supaya ini tidak berulang.
Bagi pimpinan UNM, jelasnya, karena Surat Keputusan (SK) Pengangkatan rektor berada dibawah menteri maka penurunan jabatan dapat dilakukan.
"Bisa juga rektor dimutasi," tegasnya usai memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Hatta-Sjahrir di Banda Neira, Maluku, Sabtu 13 Oktober 2012.
Namun jika sanksi yang dijatuhkan hanya sebatas kepada dekan maka rektor yang memimpin pemberhentian dekan tersebut. Sanksi juga akan diberikan kepada institusinya. Opsi yang akan dijatuhkan ialah penutupan program studi karena izin membuka program studi pun ada di Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).
"Kami ingin memotong budaya tawuran di kampus. Jika dua tahun program studi itu ditutup maka tidak ada kaderisasi mahasiswa yang melanjutkan tawuran sembari kami melakukan pembinaan," terangnya.
Meski nantinya akan menurunkan daya tampung, Nuh menambahkan, lebih baik menghindari memasukkan anak ke kampus yang sudah kita tahu jelek akibatnya dibanding dengan menutup itu.
"Toh mereka dapat dialihkan ke program studi lain," katanya.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa Fakultas Seni dan Teknik UNM terlibat bentrok di kampus mereka. Saat korban luka-luka mendapat perawatan di RS Haji Makassar, kedua kubu kembali terlibat bentrok yang menyebabkan dua mahasiswa Fakultas Teknik tewas ditikam.
(ysw)