Pasca bentrok, Warga siaga dengan senjata tajam
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 11:52 WIB
Pasca bentrok, Warga siaga dengan senjata tajam
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Komplek Fanindi Pantai Kota, Manokwari, Papua Barat, mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Hal itu dilakukan untuk berjaga Pascatawuran yang terjadi pada Jumat 12 Oktober 2012 malam.
Mereka juga memblokade akses jalan masuk kedalam kompleks yang berada di depan jalan utama Manokwari pada Sabtu (13/10/2012), hingga mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Hanya kendaraan roda dua, serta penghuni kompleks saja yang diperbolehkan masuk oleh warga yang berjaga di depan jalan yang telah diblokade.
Aksi tersebut dilakukan warga, setelah beredar kabar yang menyebut akan ada serangan susulan dari kelompok warga ke dalam kompleks mereka.
Sejumlah polisi bersenjata lengkap dari Mapolres Manokwari pun terlihat berjaga di lokasi pemblokiran jalan. Sementara beberapa polisi lainnya terlihat mengatur lalu lintas jalan utama Manokwari.
Sebelumnya, dua kelompok masyarakat terlibat dalam aksi serang dengan menggunkan batu, parang, dan panah. Sedikitnya, sebuah mobil rusak terkena lemparan batu, serta menimbulkan kekhawatiran pemilik toko, yang langsung menutup usaha mereka.
Mereka juga memblokade akses jalan masuk kedalam kompleks yang berada di depan jalan utama Manokwari pada Sabtu (13/10/2012), hingga mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Hanya kendaraan roda dua, serta penghuni kompleks saja yang diperbolehkan masuk oleh warga yang berjaga di depan jalan yang telah diblokade.
Aksi tersebut dilakukan warga, setelah beredar kabar yang menyebut akan ada serangan susulan dari kelompok warga ke dalam kompleks mereka.
Sejumlah polisi bersenjata lengkap dari Mapolres Manokwari pun terlihat berjaga di lokasi pemblokiran jalan. Sementara beberapa polisi lainnya terlihat mengatur lalu lintas jalan utama Manokwari.
Sebelumnya, dua kelompok masyarakat terlibat dalam aksi serang dengan menggunkan batu, parang, dan panah. Sedikitnya, sebuah mobil rusak terkena lemparan batu, serta menimbulkan kekhawatiran pemilik toko, yang langsung menutup usaha mereka.
(rsa)