Tontonan televisi sumber radikalisme anak muda
Kamis, 11 Oktober 2012 - 16:51 WIB
Tontonan televisi sumber radikalisme anak muda
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya aksi tawuran antar kalangan pelajar di Ibu Kota Jakarta dan daerah belakangan ini merupakan suatu fenomena tersendiri yang harus diperhatikan dan diberi penyelesaian.
Tercatat, dalam sepekan lalu terdapat dua korban meninggal akibat aksi kekerasan ini.
Pengamat Sosial Wawan H Purwanto menyatakan, tawuran antar pelajar marak terjadi karena radikalisme yang sudah merasuk ke anak-anak muda. Menurutnya harus ada penyelesaian yang komprehensif.
"Fenomena radikalisme sudah merasuk ke anak-anak, ini seakan turun-temurun hingga akhirnya timbul konflik Sosial," ujar Wawan di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).
Menurut Wawan, Untuk mengatasi aksi tawuran para pelajar perlu sinergi dari semua kalangan. Dibutuhkan peranan aktif para stakeholder untuk duduk bersama membahas solusi terbaik demi kebaikan bersama.
"Untuk menyadarkan anak bangsa, perlu sinergi dengan semua kalangan, supaya mereka saling menghargai satu sama lain," tandasnya.
Saat ini, lanjut Wawan, sejumlah tayangan di televisi disinyalir memberikan 'inspirasi' pada generasi muda untuk melakukan tindak kekerasan. Menurutnya sejumlah tayangan yang menggambarkan kekerasan jarang difilter.
Tercatat, dalam sepekan lalu terdapat dua korban meninggal akibat aksi kekerasan ini.
Pengamat Sosial Wawan H Purwanto menyatakan, tawuran antar pelajar marak terjadi karena radikalisme yang sudah merasuk ke anak-anak muda. Menurutnya harus ada penyelesaian yang komprehensif.
"Fenomena radikalisme sudah merasuk ke anak-anak, ini seakan turun-temurun hingga akhirnya timbul konflik Sosial," ujar Wawan di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).
Menurut Wawan, Untuk mengatasi aksi tawuran para pelajar perlu sinergi dari semua kalangan. Dibutuhkan peranan aktif para stakeholder untuk duduk bersama membahas solusi terbaik demi kebaikan bersama.
"Untuk menyadarkan anak bangsa, perlu sinergi dengan semua kalangan, supaya mereka saling menghargai satu sama lain," tandasnya.
Saat ini, lanjut Wawan, sejumlah tayangan di televisi disinyalir memberikan 'inspirasi' pada generasi muda untuk melakukan tindak kekerasan. Menurutnya sejumlah tayangan yang menggambarkan kekerasan jarang difilter.
(rsa)